Pengaruh Efektivitas Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan

Tahukah anda, saat ini banyak kasus penyimpangan atau fraud yang terjadi di Indonesia seperti halnya praktik suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, gratifikasi dan pelanggaran kode etik akuntansi? Mulai dari pelanggaran kasus yang dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya berupa rekayasa laporan keuangan (window dressing) sejak tahun 2006. Kasus PT Garuda Indonesia yang melaporkan untung sekitar Rp 70,02 Miliar, padahal, setelah ada penyesuaian pencatatan, PT Garuda Indonesia ini merugi sebesar Rp 2,45 Triliun. Dan Kasus PT Kereta Api Indonesia terkait pelanggaran kode etik profesi akuntansi berupa manipulasi data kerugian pada tahun 2005, perusahaan PT KAI tercatat meraih laba sebesar Rp 6,9 Miliar, padahal jika diteliti lebih rinci perusahaan PT KAI ini mencatat kerugian sebesar Rp 63 Miliar. Kasus fraud seperti ini seringkali terjadi di Indonesia karena kurangnya impementasi penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau dikenal dengan istilah Good Corporate Governance (GCG).
Apa itu GCG dan mengapa penerapannya begitu penting bagi sebuah perusahaan?
Pengertian GCG
Untuk mengetahui seberapa pentingnya tata kelola perusahaan, pertama-tama kita harus mengetahui definisi dari ‘Good Corporate Governance’ itu sendiri.
The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) menyatakan bahwa:
“Corporate Governance merupakan serangkaian mekanisme yang mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan (stakeholder).”
Good Corporate Governance merupakan sebuah sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder. Pelaksanaan Good Corporate Governance pada perusahaan dapat dituangkan melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organ tata kelola seperti Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit sebagai konsep untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melalui pengawasan dan penjamin akuntabilitas.
Jadi, Dapat dikatakan bahwa GCG merupakan tata kelola organisasi baik dalam menglolah sumber daya, organisasi secara efektif, efisien, ekonomis maupun produktif dengan prinsip keterbukaan, independen, pertanggung jawaban, akuntabilitas, serta adil dalam rangka menggapai tujuan oraganisasi.
Peran GCG terhadap Kinerja Keuangan
Praktek Good Corporate Governance dapat mendorong transparansi,independen,pertanggung jawaban dan akuntabilitas suatu perusahaan. sehingga hal ini tidak hanya mendukung efisiensi bisnis, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap transparansi bagi stakeholder. Dengan kata lain, penerapan GCG memiliki peran penting dalam operasional entitas dalam menjaga kelangsungan usaha.
Untuk mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dapat tergambarkan dengan kinerja keuangan yang tercatat pada sebuah laporan keuangan perusahaan. kinerja keuangan yang baik akan menggambarkan tingkat keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Penerapan GCG yang semakin efektif akan menciptakan praktik GCG yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan, mengurangi resiko yang mungkin dilakukan oleh beberapa oknum dengan keputusan yang dapat menguntungakan diri sendiri, dan dengan di terapkannya GCG dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menamkan sahamnya kepada perusahaan. Tata kelola perusahaan dan kinerja perusahaan dapat berbanding lurus, jika tingkat kesehatan perusahaan baik maka kinerja perusahaan akan optimal. Serta sebaliknya jika tingkat kesehatan suatu perusahaan buruk pada kinerja perusahaan akan menurun.
Manfaat dilaksanakannya GCG
Penerapan Good Corporate Governance yang maksimal akan memberikan keuantungan yang di dapat bagi perusahaan dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.
⦁ Menjaga Reputasi Perusahaan
Perusahaan yang menerapkan GCG yang maksimal akan lebih dipandang sebagai perusahaan yang sehat dan juga memiliki kinerja bisnis yang baik. maka akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan investor .
⦁ Menjaga Keberlangsungan Perusahaan
Tata kelola yang baik dapat mengurangi berbagai ancaman kemanan, hukum, kinerja dan masalah garansi yang dapat berdampak parah pada organisasi dan pemangku kepentingan/ pihak yang berkepentingan. sehingga keberlangsungan perusahaan dapat terjaga.
⦁ Menciptakan Budaya Perusahaan yang baik
Perusahaan yang sudah menerapkan GCG akan terbiasa untuk menerapkan proses prinsip transaparan, independen, akuntabilitas, adil, dan efisien. Pengambilan keputusan yang dilakukan dengan baik akan membuat kepercayaan dari seluruh jajaran organisasi sehingga seluruh pihak akan bergerak bersama untuk mencapai tujuan organisasi.
Pelaksanaan Good Corporate Governance dalam pengelolaan perusahaan sangat penting dalam memberikan petunjuk yang jelas bagi perusahaan untuk mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab serta dapat memungkinkan untuk mengelola perusahaan secara aman, sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan stakeholder.
Laila Nur Fitri (STEI SEBI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.