Mengenal Istilah Wakalah, Kafalah dan Hawalah dalam Ekonomi Syariah

Kegiatan muamalat manusia tidak pernah berhenti pada satu tahap. Dari waktu ke waktu, selalu muncul berbagai kegiatan muamalah yang baru. Semakin banyak aktivitas mualamah yang tercipta manusia sebagai makhluk sosial pun tidak dapat menyelesaikan segala urursannya sendiri. Mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk menangani masalah yang ada di luar jangkauannya. Maka muncullah jasa dan sarana untuk memudahkan kegiatan ekonomi kedepannya.

Berikut ini macam-macam istilah dalam islam yang melibatkan pihak ketiga sebagai perantara untuk mempermudah kegiatan ekonomi seseorang :

Wakalah

Wakalah secara bahasa : al-tafwidh (Pendelegasian) penyerahan atau pemberi mandat. Wakalah ini merupakan akad dimana seseorang menunjuk orang lain sebagai perwakilan atau menggantikan dirinya dalam mengerjakan suatu perkara. Apabila perkara tersebut sudah selesai sesuai kesepakatan maka pihak yang di utus menjadi perwakilannya pun sudah terbebas dari akad wakalah tersebut dan dikembalikan kepada pihak yang diwakilkan.

Rukun Wakalah
Muwakkil, orang yang mewakilkan
Wakil, orang yang mewakili
Muwakkal Fih, sesuatu yang diwakilkan
Shighat.

Kafalah

Kafalah secara bahasa adalah penjaminan. Jadi kafalah adalah akad, dimana seorang menjamin atau menanggung orang yang mempunyai hutang. Disini penjamin dengan orang yang memiliki hutang mempersatukan tanggungjawab dengan tanggungjawab lainnya dalam hal tuntunan, baik terkait jiwa, uatang atau benda.

Rukun Kafalah
Kafil, Orang yang menanggung
Makful Lahu, orang yang memberi hutang
Makfuk ‘anhu orang yang mempunyai utang
Makful bih, Objek utang
Shigat.

Hiwalah/Hawalah

Hawalah (pengalihan hutang) yakni al-intiqal dan al-tahwil, artinya memindahkan atau mengalihkan. Hiwalah adalah akad pemindahan beban hutang seseorang kepada orang lain.

Rukun Hawalah
Muhil, yakni pihak yang berhutang dan berpiutang
Muhal, pihak yang berpiutang
Muhal ‘alaih, pihak yang berhutang
Muhal bih, objek nya (hutangnya)
Shigat.

Perbedaan 3 akad di atas :

Dari segi subjeknya :

  • Hawalah merupakan pengalihan hutang kepada yang orang lain
  • Kafalah merupakan penjamin untuk orang yang berhutang
  • Wakalah merupakan orang yang menjadi utusan atau perwakilan seseorang

Biasanya akad-akad di atas merupaka produk dari bank syariah. Jadi di bank syariah bukan hanya ada pembiayan dan tabungan tapi ada produk-produk atau layanan lainnya. [Kayyisah/STEI SEBI]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.