Adab-adab Menuntut Ilmu

DEPOKPOS – Agar dicintai oleh Allah dan membawa banyak berkah, mencari ilmu harus dilakukan dengan cara terpuji. Oleh sebab itu Islam juga mengajarkan bagaimana adab dalam mencari ilmu. Sebab, adab lebih utama sebelum mempelajari sesuatu. Orang mencari ilmu itu memiliki beberapa sopan santun yang harus diperhatikan menurut syari’at di antaranya:
Adab sebelum masuk tempat belajar
Ketika akan memasuki tempat belajar di Sunnahkan untuk berwudhu, memakai pakaian yang bersih dan suci, wangi, dan bersiwak (sikat gigi). Supaya pada waktu sampai di sekolahan sudah dalam keadaan baik dan rajin. Mempersiapkan alat belajar supaya pada waktu di tempat belajar sudah dalam keadaan sempurna tanpa perlu mengambil kembali karena ada salah satu alat yang tertinggal.
Adab di tempat belajar
Duduk dengan tenang dan memperhatikan guru yang sedang menerangkan, Memulai belajar dengan membaca bismillah, Hamdallah, sholawat dan salam, dan memohon Taufik dan hidayah-Nya kepada Allah dalam menuntut ilmunya dan setelah selesai membaca Alhamdulillah. Mendengarkan penjelasan guru sampai faham, mengingat dan menulis keterangan yang sudah disampaikan guru.
Adab setelah belajar
Ketika sudah pulang sekolah harus belajar (muraja’ah) kembali pelajaran yang baru saja di ajarkan oleh guru, dan juga apabila akan masuk ke tempat belajar hendaklah di pelajari kembali agar ilmu tetap benar-benar terikat.
Adab anggota badan
Ketika belajar harus memperhatikan budi pekerti dan akhlak yang terpuji.
Sesuatu yang dimakan dan dipakai harus halal begitu juga dengan peralatan belajarnya harus halal supaya menjadi terang dan bersih hatinya sehingga patut menjadi tempatnya ilmu. Meminimalis hal-hal yang mubah dan menjauhi perkara yang mendekati dosa. Karena satu dosa saja menjadi kotoran dihati.
Adab sopan santun kepada kedua orang tua
Harus berbakti kepada kedua orang tua dan apabila keduanya ataupun salah satunya telah meninggal harus mendoakannya.
Adab sopan santun kepada guru
Meyakini keluhuran dan keunggulan derajat guru, supaya disuatu saat nanti bisa menjadi orang yang beruntung. Mencari ridho guru dan menghormati guru dengan ikhlas, karena hal tersebut yang menjadi sebab seorang murid menjadi orang yang mulia.
البيهقي من أبي هريرة رفعا # تواضعوا من تعلمون منه علا
وكان عند المغيرة مهابة إبــ # ــرهيم مثل مهابة الأمير ولى
Imam Baihaki meriwayatkan hadits marfu’ dari sahabat Abi Huroiroh R.A.: “tawadhu’lah kamu sekalian terhadap orang yang mengajarimu.”
Syekh Mughiroh itu menghormati syekh ibrohim seperti hormat kepada seorang raja.
Adab sopan santun terhadap ilmu
Harus bersungguh-sungguh untuk menuntut ilmu sehingga bisa berhasil, karena ilmu tidak dapat diperoleh dengan leha-leha dan malas-malasan. Harus memahami lafadz, bahasanya,I’rabnya, dan maknanya supaya mudah memahaminya. Harus berdiskusi dengan para ahli ilmu, karena menurut para ahli fadli hidupnya ilmu itu dengan berdiskusi/bermusyawarah. Mempelajari ilmu harus satu persatu sedikit demi sedikit dengan perlahan-lahan. Dengan begitu akan bisa diperoleh apa yang menjadi harapan atau tujuannya. Harus bisa membagi waktu agar waktunya tidak terbuang sia-sia. ketika mencari ilmu harus menjauhi sifat malas dan bosan. Memperbanyak belajar diwaktu malam (muthala’ah), lebih-lebih diwaktu sahur tujuannya agar bisa mecapai derajat para ulama. Jangan menganggap gampang dan mudah terhadap suatu materi pelajaran. Tidak boleh malu ataupun sombong ketika mencari ilmu. Mencari ilmu harus dengan niat yang ikhlas karena Allah swt bukan karena harta dunia. Orang mencari ilmu itu tidak boleh pamer atupun saling menunjukkan ajang perdebatan. Harus mengamalkan ilmunya seperti ilmu ibadah dan adab. Apabila kita sudah menghasilkan ilmu maka kita harus mengajarkan kepada orang lain (berbagi ilmu).
Ilmu adalah cahaya atau pelita bagi manusia. Tanpa ilmu, tidak ada peradaban. Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang mencari ilmu karena ridha-Nya.
Banyak hadist mencari ilmu yang bisa menjadi pegangan tiap muslim untuk terus belajar lantaran sangat besar keutamaan orang berilmu. Salah satu nya hadist di bawah ini:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ
Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR. Ibnu Majah).
[Nailul Inayah/SEBI]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.