Tepatkah Transaksi Salam dalam Jual Beli Online?

Istilah as-salam dikenal juga dengan as-salaf yang didefinisikan sebagai jual beli antara dua orang atau lebih, dengan barang yang akan dijual belum ada wujudnya, namun ciri-ciri atau kriterianya seperti kualitas dan kuantitas, besar dan kecil, serta timbangan nya telah disepakati. Sedangkan pembayaran dilakukan pada saat terjadinya transaksi. ( Dr. Muhammad Syafii Antonio, M. Ec : 2001)

Hadits Rasulullah SAW. Mengatakan : ” Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ketika Nabi sampai di Madinah para penduduknya memesan buahan selama 1,2 dan 3 tahun, Nabi bersabda: ” Siapa yang memesan makanan harus jelas takarannya, timbangannya, dan waktunya .” (H.R. Enam Imam hadits).

Pada umumnya transaksi dilakukan dengan hadirnya dua orang yang mengadakan transaksi dan adanya kerelaan kedua belah pihak. Transaksi secara online merupakan transaksi pesanan dalam model bisnis era global yang non face, dengan melakukan transfer data lewat internet, yang mana kedua belah pihak antara organiator dan adresse (penjual dan pembeli), atau menembus batas System pemasaran dan Bisnis Online dengan menggunakan sentral shop. Sentral shop merupakan sebuah rancangan Web E-commerce smart dan sekaligus bussines inteligent yang sangat stabil untuk digunakan dalam memulai menjalankan, mengembangkan dan mengontrol bisnis.

Perkembangan teknologi inilah yang bisa memudahkan transaksi jarak jauh, di mana manusia dapat berinteraksi secara singkat walaupun tanpa face to face, akan tetapi dalam bisnis adalah yang terpenting memberikan informasi dan mencari keuntungan.

Pihak dalam perjanjian akad as-salam dalam jual beli online sama saja dengan perjanjian akad as-salam. Namun akad as-salam dalam jual beli online tidak ada temu muka diantara pembeli dan penjual, hanya saja pelaku akad dipertemukan dalam satu situs jaringan internet, oleh karena itu pelaksanaan akad as-salam adalah peran yang penting dalam jual beli online. Tinjauan ekonomi Islam terhadap akad as-salam dalam jual beli online dapat disimpulkan bahwa akad as-salam dalam jual beli online diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kedzaliman, penipuan, dan sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual beli.

Adapun menurut pandangan kami bahwa transaksi as-salam belum tepat diterapkan dalam jual beli online, dimana dalam jual beli online ada beberapa barang yang tidak sesuai dengan deskripsi yang tertera. Sedangkan dalam transaksi as-salam barang yang di jual harus jelas baik kualitas maupun kuantitasnya. Jika terjadi barang yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, maka pembeli boleh melakukan khiar yaitu melilih apakah transaksi dilanjutkan atau dibatalkan. Maka dari itu, dalam jual beli online terdapat kemudharatan dimana salah satu pihak dirugikan karena adanya ketidaksesuaian barang yang di pesan, hal ini dilarang oleh syariat Islam karena adanya kedzaliman serta penipuan dan tidak memenuhi rukun dan syarat dalam jual beli. [Gita Rosita/STEI SEBI]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.