Ragam Risiko dalam Perbankan Syariah yang Perlu Diketahui

Oleh: Shofy Al Mufid

Perbankan syariah merupakan lembaga yang melakukan aktivitas penghimpunan dana dari pihak yang berlebih dana untuk di salurkan guna mendapat keuntungan dengan cara meminjamkan modal, menyimpan dana, membiayai kegiatan usaha atau hal-hal lain yang bisa mengoptimalkan keuntungan yang ada. Perbankan syariah pun menganut suatu system yang dimana pelaksanaan nya pun berdasarkan hukum islam yang ada, karena adanya larangan dalam islam terkait ttransaksi ribawi atau pun hal-hal haram lain nya yang dimana merupakan titik pembeda antara bank syariah dan bank konvensional.

Dalam proses pelaksanaan nya pun, perbankan syariah tidak lepas dari pengawasan-pengawasan agar selalu berada pada poros yang benar menurut syariat islam. Sama hal nya pada dunia perbankan, mereka berlomba-lomba dalam mencari cara agar mendapatkan untung yang maksimal. Akan tetapi, sudah menjadi tantangan bagi dunia perbankan syariah dalam melakukan persaingan tersebut dan juga mengantisipasi hal-hal apa saja yang dapat sekiranya menjadi boomerang yang akan menyerang diri mereka sendiri melalui berbagai hal kegagalan seperti: pembiayaan bermasalah, tidak sanggup mengembalikan dana nasabah, kurang percaya nya nasabah terhadap perbankan syariah.

Oleh karna itu, di dalam perbankan syariah pun harus memiliki antisipasi yang kuat dalam melihat risiko-risiko yang ada dan sangat mungkin terjadi. Maka, didalam perbankan syariah pun diterapkan manajemen risiko sebagai cara mengantisipasi atau pun memperkecil dan mengendalikan risiko-risiko yang ada. Pada kali ini saya akan mencoba menjelaskan risiko-risiko apa saja yang ada di dalam bank syariah, yaitu:

Risiko pembiayaan

Risiko pembiayaan adalah risiko akibat kegagalan nasabah atau pihak yang diberi pembiayaan oleh bank, akan tetapi dalam proses pemenuhan kewajiban nya terhadap bank terdapat kendala atau masalah. Risiko ini merupakan risiko utama yang mayoritas terjadi di dunia perbankan. Risiko ini muncul ketika pihak bank tidak mendapatkan cicilan pokok dana tau bagi hasil dari apa yang telah pihak bank pinjam kan. Salah satu penyebab nya adalah pihak bank terlalu mudah dalam memberikan pinjaman tanpa mendalami terlebih dahulu seluk beluk nasabah atau pun aspek-aspek pendukung lainnya. Dalam risiko pembiayaan ini, terdapat mitigasi-mitigasi yang dapat digunakan seperti: pengecekan nasabah bermasalah, agunan yang dimiliki, kejelasan pembiayaan yang diajukan jelas atau tidak nya.

Risiko pasar

Risiko pasar adalah risiko kerugian dimana pada portofolio yang dimiliki oleh bank akibat adanya pergerakan variable pasar. Tapi berbeda dengan bank syariah yang menerapkan system non bunga yang dimana tidak mengenal risiko suku bunga. Yang mayoritas kena pada risiko ini karna adanya pertukaran mata uang asing atau valuta asing, dan akan timbul ketika bank mengambil posisi terbuka.

Risiko liiquiditas

Risiko liquiditas adalah risiko dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek suatu bank syariah dan juga konvensional, karna bank menghimpun dana masyarakat yang dimana sewaktu-waktu bisa ditarik oleh nasabah. Oleh karna itu risiko ini termasuk risiko utama didalam dunia perbankan. Liquiditas pun harus seimbang, tidak boleh terlalu kecil karna untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan juga tidak boleh terlalu besar karna akan menurunkan tingkat profitabilitas suatu bank, jadi haruslah seimbang.

Risiko nilai tukar valuta asing

Risiko valuta asing adalah suatu konsekuensi sehubungan dengan pergerakan atau fluktuasi nilai tukar terhadap rugi laba bank. Meskipun aktivitas tresuri syariah tidak terpengaruh kurs secara langsung karena adanya syarat tidak boleh melakukan transaksi yang bersifat spekulasi, tetapi bank syariah tidak akan dapat terlepas dari adanya posisi dalam valuta asing.

Risiko operasional

Risiko operasional adalah risiko dimana disebabkan oleh factor-fakor seperti human error, kegagalan system ketidak cukupan atau tidak berfungsinya system secara baik. Denga kesimpulan bahwa ketika terjadinya hal yang berbau pada risiko tersebut, maka akan mempengaruhi operasional bank atau bahkan terhenti, seperti adanya sunami, pembajakan system oleh hacker dan lainnya.

Risiko hukum

Risiko hukum adalah dimana adanya tuntutan risiko di bagian hukum yang bisa merugikan bank, pada umum nya adanya kelemahan pada aspek yuridis yang dapat berupa ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat-syarat sah nya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.

Risiko reputasi

Risiko reputasi ini meliputi hal-hal yang bisa menaik turunkan reputasi menjadi tinggi atau rendah, seperti ketika manajemen dan stakeholder suatu bank dinilai baik, maka risiko ini akan kecil, akan tetapi ketika didalam realnya terjadi banyak kesalahan dalam berbagai sector dan menimbulkan ketidak puasan nasabah, maka risiko reputasi akan menjadi tinggi.

Risiko strategis

Risiko strategis adalah risiko dimana timbul karna adanya penetapan atau pelaksanaan usaha bank yang kurang pas atau tidak tepat sehingga muncul kegagalan-kegagalan seperti target yang tidak tercapai.

Risiko kepatuhan

Risiko ini karna ketidak patuhan bank dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang ada dan berlaku. Seperti ketidak patuhan bank terhadap ketentuan giro wajib minimum.

Risiko modal

Risiko modal adalah risiko yang muncul akibat penurunan kualitas aset, karena adanya kredit macet, yang memaksa bank untuk menerbitkan saham baru dan/ atau menambah setoran modal oleh pemilik, atau mencari investor baru untuk memperbaiki kondisi permodalannya sehingga sesuai dengan ketentuan permodalan.

Hal –hal diatas merupakan berbagai jenis risiko bank syariah yang harus tetap di kendalikan dalam perbankan syariah agar semua kegiatan yang ada di dalam nya berjalan dengan lancer. Memang semua hal pasti memiliki risiko, tapi didalam risiko itu sendiri, pihak bank bisa memitigasi dari setiap risiko-risiko yang ada.

Kita sebagai ummat muslim harus terus berusaha menaikkan citra islam bahkan melakukan kewajiban yang ada sebagaimana semua sudah di atur di dalam agama islam itu sendiri dan berada di dalam pedoman alqur’an dan as-sunnah, sudah sepatutnya kita menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan syariat termasuk hal-hal ribawi. Dengan adanya perbankan syariah, semoga bisa menjadi salah satu solusi dalam menjauhi larangan ribawi itu sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.