Perbandingan Audit Berbasis Resiko dengan Audit Tradisional dalam Kualitas Audit

Oleh : Islah Tamakin
Audit atau audit adalah audit untuk menguji kesesuaian subjek yang diaudit dengan standar atau peraturan yang berlaku. Tujuan audit adalah untuk memberikan opini auditor kepada pengguna tentang apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan kerangka akuntansi keuangan yang berlaku.
Audit konvensional fokus pada pengelolaan laporan keuangan yang melibatkan pendekatan kepatuhan. Audit berbasis risiko berfokus pada bidang risiko utama yang relevan dengan pencapaian tujuan strategis perusahaan.
Entitas dibentuk agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien serta senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atas dasar ini, manajemen perlu merancang, menerapkan, dan mengevaluasi tata kelola, pengendalian, dan manajemen risiko yang digunakan untuk menjalankan fungsi yang ada untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut usman (2018), audit berbasis risiko dapat meningkatkan kualitas pembiayaan, meningkatkan pemulihan pembiayaan, dan terjadi oleh debitur yang tidak dapat mengembalikan dana karena alasan berikut: Anda dapat mengurangi risiko melakukannya. Percaya diri dalam pelaporan keuangan, mampu menjaga kesehatan keuangan perusahaan dan meningkatkan perkembangan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan keuangan lainnya karena kegagalan bisnis dan data pelanggan yang tidak lengkap Mencapai pendanaan dan peraturan perundang-undangan yang relevan dan kepatuhan untuk mencapai tujuan termasuk gender, efisiensi operasional dan efektivitas.
Audit tradisional hanya berfokus pada pengendalian laporan keuangan dengan pendekatan kepatuhan hukum. Hal ini berbeda dengan audit berbasis risiko, yang dapat dilakukan untuk membantu melaksanakan tanggung jawab manajemen secara efektif.
Tujuan dan ruang lingkup apresiasi adalah bahwa alokasi sumber daya auditor sepenuhnya didasarkan pada tingkat prioritas risiko bisnis yang dihadapi perusahaan. Proses penilaian risiko melibatkan tiga konsep penting: tujuan, risiko, dan kontrol. Tujuan adalah hasil yang diharapkan akan dihasilkan oleh suatu proses atau bisnis. Risiko adalah kemungkinan bahwa suatu peristiwa/tindakan akan mengganggu atau mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnisnya. Disamping itu, kontrol adalah elemen organisasi yang mendukung manajemen dan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi.
[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fcfcfc” expand_text=”Referensi” collapse_text=”Tutup” ]Referensi :
Praja, A. P. (2019). Audit Berbasis Risiko (Risk Based Audit).
Usman, J. (2018). Analisis Audit Intern Berbasis Risiko Atas Pembiayaan Keuangan Pada PT. Finance Multifinance Di Makassar (Vol. 1, Issue 1). http://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.04.024%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.127252%0Ahttp://dx.doi.o
https://www.coursehero.com/file/p7p1ncb/Pendekatan-RBA-berbeda-dengan-pendekatan-audit-tradisional-Audit-tradisional/ (Diakses pada tanggal 07 juli 2021)[/bg_collapse]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.