Manajemen Risiko untuk Meminimalisir kerugian di Bank Syariah

Menjalankan sebuah bidang atau usaha apapun, tentu terdapat risiko yang tak dapat kita dihindari sebelumnya. Risiko akan terus ada, terlepas dari besar atau kecilnya risiko tersebut. Jadi pada dasarnya, mau tak mau tentu kita harus menghadapi tiap risiko dari segala aktivitas bisnis atau usaha yang kita jalani dalam kehidupan sehari–hari. Bahkan semakin tinggi keuntungan yang ingin kita dapatkan dalam sebuah usaha, maka semakin tinggi pula risiko dan tantangan kita dalam mendapatkan keuntungan atau menggapai kesuksesan itu.

Manajemen risiko merupakan cara terbaik untuk menghadapi atau menghindari risiko yang mungkin membahayakan perusahaan, Dengan adanya manajemen risiko maka perusahaan bisa meminimalisir kerugian, khususnya pada keuangan dan permodalan usaha. Sektor-sektor yang masuk ke dalam manajemen risiko diantaranya yaitu risiko kredit, hukum, keuangan, operasional, hingga keseharian perusahaan.

Tidak terkecuali dengan sektor perbankan syariah, karena indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, maka perbankan syariah merupakan salah satu faktor utama yang mampu menunjang perekonomian di Indonesia. Perbankan menjadi salah satu lembaga keuangan negara yang memiliki fungsi serta peran untuk menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan modal dan investasi bagi para pemilik dana, sehingga perbankan syariah dikatakan sangat penting untuk memajukan ekonomi Indonesia, maka sebelum itu harus tahu terlebih dahulu risiko yang dihadapi perbankan agar bisa meminimalisir kerugian.

Dalam rangka meminimalisir risiko yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank syariah, maka bank harus menerapkan manajemen risiko. Manajemen Risiko Menurut William et.al adalah suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.. Adapun risiko-risiko di bank syariah tersebut yaitu :

Yang pertama yaitu Risiko Pembiayaan yang merupakan sumber pendapatan bank syariah yang terbesar, namun sekaligus merupakan sumber risiko operasi bisnis yang sangat terbesar, yaitu timbulnya Pembiayaan bermasalah, karena dengan adanya pembiayaan bermasalah bukan saja menurunkan pendapatan atau keuntungan bagi bank syariah, bahkan dapat menyebabkan kerugian, dan juga akan berdampak pada kesehatan bank syariah yang pada akhirnya akan merugikan nasabah penyimpan dan dari pihak bank sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, mengendalikan, dan meminimalisir risiko yang sesuai dengan kegiatan usaha perbankan syariah. Langkah-langkah tersebut dilakukan dalam upaya untuk memitigasi risiko dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan Prinsip Syariah. Risiko pembiayaan ini juga dapat disebabkan dengan adanya ketidaksesuaian atau kegagalan mitra pengimbang (counterparty) dalam pelaksanaan untuk memenuhi kewajiban yang telah disepakati antara pihak bank dan pihak nasabah sesuai pada akad transaksinya.

Selanjutnya yaitu risiko pasar yang merupakan risiko pada pordi neraca dan rekening administratif karena terjadinya perubahan harga pasar, yaitu perubahan nilai aset yang dapat diperdagangkan atau disewakan.  Mencangkup 4 hal yaitu : Risiko Benchmark rate, Risiko nilai tukar, Risiko komoditas, dan Risiko ekuitas.

Selanjutnya yaitu risiko operasional, yaitu risiko yang memuat ketidak cukupan dan tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan atau adanya kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank. Ada tiga faktor Yang menjadi penyebab timbulnya risiko ini, pertama infrastruktur seperti terknologi, kebijakan lingkungan, pengamanan, perselisihan. Kedua proses yang telah terjadi, dan sumber daya.

Setelah mengetahui risiko risiko diatas, bank diharapkan mampu menindaklanjuti setiap risiko yang mungkin terjadi, dari mulai risiko pembiayaan/kredit, risiko pasar, dan risiko oprasional agar terciptanya keefektivitasan dalam mengelola manajemen di perbankan syariah yang bertujuan untuk meminimalisir kerugian. [Rusmini/STEI SEBI]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.