oleh

Vaksinasi Tiba, Kuliah Luring Masih Wacana?

Oleh: Isra Novita, Mahasiswa Universitas Indonesia

Pengumuman pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diupayakan oleh pemerintah di negeri ini seakan menjadi harapan besar bagi seluruh masyarakat untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini pun dirasakan oleh civitas akademika terutama di Universitas Indonesia. Pasalnya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk dosen dan mahasiswa akhirnya diumumkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Program vaksinasi ini akan mulai dilaksanakan Maret hingga Juni 2021. Universitas Indonesia juga turut mengambil peran dalam penyelenggaraan vaksinasi untuk dosen dan mahasiswa ini (Economica, Maret 2021). Namun, proses vaksinasi yang tengah dijalankan prosesnya tersebut ternyata tidak menjamin perkuliahan secara luring atau tatap muka pada semester gasal.

Tentu banyak pertimbangan yang menjadikan vaksinasi ini tidak bisa langsung menjadi jaminan terkait teknis perkuliahan pada semester selanjutnya yang diperkirakan akan dimulai sekitar September 2021. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat terutama civitas akademika Universitas Indonesia yang berharap pelaksanaan perkuliahan secara luring. Hal ini dikarenakan banyaknya kerugian maupun kesulitan yang dihadapi selama perkuliahan dilaksanakan secara daring, baik oleh para dosen, pegawai, maupun mahasiswa.

Ditambah lagi adanya tawaran kerja sama dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk membantu pelaksanaan vaksinasi sejumlah mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui program Tentara Menunggal Membangun Desa (TMMD).

BACA JUGA:  Literasi Puasa, Momen untuk Move On

Seperti lagu lama kegagalan atas setiap kebijakan yang diambil di bawah sistem kapitalisme-liberal, tentu kebijakan pelaksanaan vaksinasi yang ditetapkan oleh pemerintah negeri ini masih menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Bahkan di tengah pelaksanaan vaksinasi yang diupayakan secara masif ini masih belum bisa menjamin kebijakan kampus terkait teknis perkuliahan pada semester berikutnya.

Negara Indonesia yang tidak mengambil tindakan cepat nan sigap dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tentu masih belum siap untuk membiarkan masyarakat beraktivitas secara normal hanya karena vaksinasi, karena masih belum ketatnya penjagaan protokol kesehatan di tengah masyarakat ini. Tentu saja kebiasaan buruk tersebut berpotensi menghadirkan permasalahan baru. Ditambah lagi, kebijakan vaksinasi ini masih dinilai terlalu terburu-buru.

Namun, hal tersebut bukanlah suatu hal yang diherankan di tengah sistem kapitalisme-liberal seperti saat ini, karena setiap kebijakan yang menguntungkan para pemilik modal akan terus diupayakan bahkan tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti kesehatan maupun lingkungan.

Jika dilihat dari beberapa negara maju yang telah menerapkan pembelajaran secara luring atau tatap muka langsung seperti Finlandia maupun Tiongkok, negara tersebut telah mengambil kebijakan dan pemahaman kepada masyarakat secara ketat mengenai penjagaan protokol kesehatan. Dan masih banyak lagi persiapan teknis lainnya agar masyarakat negara-negara tersebut siap untuk menjalankan aktivitas terutama di bidang pendidikan secara luring atau tatap muka langsung. Dari sini jelas vaksinasi bukan upaya yang paling diutamakan untuk mengatasi pandemi di negara maju tersebut dan sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat di negara Indonesia saat ini.

BACA JUGA:  Untuk Kamu yang Mudah Lupa Sejarah

Dari fakta-fakta tersebut, semakin menggambarkan kegagalan sistem kapitalisme-liberal dalam menyelesaikan permasalahan pandemi Covid-19 saat ini. Sebagai wabah global, tentu penyelesaiannya tidak bisa diselesaikan dengan strategi regional di masing-masing negara saja, namun perlu adanya kebijakan global untuk menghentikan penyebaran wabah pandemi virus Covid-19. Kebijakan-kebijakan secara regional tersebut akhirnya menjadi sumber masalah baru, ditambah lagi pengambilan kebijakan asas manfaat dan keuntungan para kapitalis, bukan berasaskan kemaslahatan umat manusia apalagi keputusan yang diridhai Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi. Ditambah lagi setiap kebijakan dalam sistem kapitalisme selalu mengandalkan pertimbangan berdasarkan akal pikiran manusia yang lemah, terbatas dan serba kurang sehingga sangat rentan dengan perbedaan.

Oleh karena itu, perlu adanya pengambilan kebijakan terpusat secara global dan juga tepat. Namun, fakta saat ini justru semakin memperlihatkan dengan jelas pengambilan kebijakan untuk solusi di bawah sistem kapitalisme-liberal belum bahkan tidak akan mencapai solusi yang benar-benar menyelesaikan maslaah pandemi secara menyeluruh di dunia. Hal ini sangat wajar jika pengambilan kebijakan untuk menyelesaikan masalah pandemi seperti ini masih berdasarkan pertimbangan manfaat yang ditimbangkan oleh manusia.

BACA JUGA:  Berani Mengakui Realitas, Catatan Hari Buku Sedunia

Bahkan terlihat jelas pelaksanaan vaksinasi pun belum bisa menjadi solusi tuntas dalam penanganan pandemi covid-19. Jika sistem saat ini belum berhasil membentuk masyarakat yang memiliki perasaan, pemikiran dan peraturan yang sesuai fitrah, masalah pandemi Covid-19 masih jauh dari kata tuntas. Begitu pula dengan pelaksanaan perkuliahan secara luring yang hakikatnya berpotensi buruk pada perkembangan wabah virus Covid-19.

Maka, perlu adanya pembentukan solusi yang sesuai fitrah manusia, yaitu solusi yang berasaskan akidah kokoh pada pencipta alam semesta yaitu syariat Islam yang bersumber dari Sang Pencipta semesta alam, yakni Allah SWT. Solusi penuntasan pandemi dalam sistem Islam sudah dibuktikan keberhasilannya oleh sejarah. Bahkan, pada masa kejayaan Islam, bangsa Barat masih memiliki sanitasi yang buruk sehingga berimbas pada munculnya wabah di lingkungan peradaban Barat saat itu.

Peradaban Islam yang menerapkan sistem Islam secara menyeluruh berhasil menyelesaikan permasalahan wabah tersebut. Bahkan penerapan sistem Islam secara menyeluruh berhasil membentuk masyarakat yang taat pada kebijakan pemimpin. Ketaatan tersebut karena taatnya masyarakat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah berjuang untuk mewujudkan solusi tuntas terhadap masalah umat saat ini di antaranya pandemi Covid-19 yaitu penerapan Islam secara menyeluruh. Wallahu a’lam bishshawwab.[]

Komentar