oleh

Masa Muda, si Anak Zaman yang Tak Ingin Tertinggal

Oleh: Alifvia An Nidzar, Mahasiswa di Depok

Sobat, masa muda bisa diartikan sebagai masa untuk menikmati segala hal. Termasuk berkelana mencari ilmu, teman dan pastinya relasi. Tidak sedikit dari kita merasakan dan melihat hal itu dan tentunya hal tersebut ada di sekitar kita.

Bila Sobat perhatikan, semakin ke sini kosakata yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari semakin beragam. Agnostik, open minded, close minded, my body my choice dan sebagainya.

Kita si anak zaman yang tidak ingin tertinggal, so pasti ikut meramaikan dengan hastag dan repost tentunya. Kita merasa, ini tuh sudah sesuai dengan zaman banget. Sudah pasti deh kita tergolong orang-orang gahol.

Ehh tidak terlewat pula mode fashion yang makin ke sini membuat kita geleng-geleng kepala. Celana robek ? Sudah biasa. Celana transparan baru luar biasa.

BACA JUGA:  Kartini, Sosok Perempuan Literat

Bila kita perhatikan, memang ragam kejadian maupun sesuatu yang viral dapat kita jumpai saat ini. Dan pastinya dengan mudah kita akses dong. Semisal tidak ada di instagram kita bisa melihat dan menemukannya di tiktok dan lainnya. Yang penting kita tahu dan kita enggak kudet alias kurang update.

Namun sayangnya, tidak semua dapat kita cerna dan resapi begitu aja lho Sob. Semua itu memerlukan saringan alias filter. Karena belum tentu semua itu baik buat kita.

BACA JUGA:  Vaksinasi Tiba, Kuliah Luring Masih Wacana?

Anyway standar baik emang gimana? Sudah pada tahu kah? Standar baik dan buruk versi manusia memang tidak ada habisnya Sob, namun standar baik dan buruk menurut Islam sudah ada dan sudah jelas. Contohnya dalam hal berpakaian. Dengan balutan pasmina yang hanya sampai leher dan transparan tidak masalah. Toh yang penting aku update.

BACA JUGA:  Berani Mengakui Realitas, Catatan Hari Buku Sedunia

Padahal sudah jelas ketika memakai kerudung, harus banget menutup hingga dada dan tidak transparan tentunya. Dan ini juga merupakan salah satu bukti perlu lho kita mempelajari ilmu agama. Selain sebagai filter, mempelajari ilmu agama merupakan suatu kewajiban.

So mindset tentang agama itu candu dan kuno harus dihapuskan ya Sob, supaya kita sebagai Muslim maupun Muslimah tidak terjebak di dalam jurang kehancuran. []

Komentar