oleh

Mahasiswa UI Raih Dua Kategori Juara di Internasional QUEST 5.0 International Educationist Association 2021

Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) lintas disiplin, yaitu Fatharani Luthfhi Hafizah (Fakultas Teknik (FTUI) 2019), Devin Hendrawan, dan Priskilla Gita Pitaloka (Fakultas Kedokteran Gigi (FKG UI) 2018) dibimbing oleh Prof. Drg. Ariadna Adisattya Djais, M. Biomed, Ph. D, PBO., Guru Besar FKG UI, merancang Klinik Dokter Gigi (Dental Office) yang telah disesuaikan untuk mengakomodasi kontrol infeksi di masa pandemi Covid-19. Rancangan ini ditujukan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di salah satu pusat kesehatan, yaitu Klinik Doker Gigi.

Rancangan inovasi ini dipresentasikan dalam materi berjudul “Dental Office Design During COVID-19 Pandemic: A Hypothetical 170 m2 with Split Level Landscape Design” yang mengantarkan ketiga mahasiswa UI berhasil meraih Juara Pertama dalam Table Clinic Competition (Dental Office Design) pada International QUEST 5.0 yang merupakan bagian dari ajang International Educationist Associoation (IDEA) 2021. Acara ini merupakan acara tahunan yang telah diadakan sebanyak 5 kali dengan tujuan memperluas wawasan dokter gigi internasional. Acara ini diselenggarakan secara virtual pada tanggal 24-27 Februari 2021 dan diikuti oleh puluhan delegasi dari berbagai negara seperti Malaysia, Vietnam, Hongkong, India, dan Indonesia.

BACA JUGA:  Tim UI Berjaya di Ajang Kompetisi Bisnis Nasional Funding Frenzy 2021
Materi yang dipresentasikan.

Di kompetisi yang sama, tim mahasiswa FKG UI yang terdiri dari Dimas Raihan Aditya (FKG 2018), Devin Hendrawan (FKG 2018), dan Vincent Geraldy Junior (FKG 2018) berhasil meraih Juara “2nd Runner Up Dr. Sherlock Diagnosis Competition”.

“Tim kami merancang dental office seluas 170 m2 dengan menggunakan konsep split level dimana ruangan-ruangan dental office diletakkan pada lantai yang berbeda. Konsep ini dipilih karena memiliki keunggulan dari segi pembiayaan, desain ruangan yang lebih banyak, dan sirkulasi udara pada ruangan tertutup yang lebih baik,” kata Fatharani mengungkapkan.

Rancangan dental office ini terdiri dari tiga lantai. Pada lantai dasar terdapat ruang tunggu dan tempat pendaftaran, lantai dua diisi dengan dua ruangan praktik, dan pada lantai ketiga terdapat pantry serta toilet. Ruang dekontaminasi sebagai tempat pengolahan limbah medis juga ditambahkan pada bagian belakang dental offfice.

“Pada klinik dokter gigi, transmisi virus dapat terjadi melalui percikan (droplets), udara (airborne) maupun transmisi melalui permukaan benda (fomite). Risiko penularan yang tinggi dihadapi oleh dokter gigi karena melakukan perawatan di daerah dekat dekat orofaring yang rentan menjadi penyebab penularan virus melalui droplet,” ujar Devin.

BACA JUGA:  Lewat Program Pengmas FIA, UI Dampingi Pengelolaan Keuangan UMKM

“Saat ini Infection Prevention and Control (IPC) merupakan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh klinik dokter gigi pada masa pandemi. Protokol ini berguna sebagai langkah preventif bagi pasien dan tenaga kesehatan untuk terhindar dari virus Covid-19. IPC terdiri dari penyediaan fasilitas sterilisasi dan cuci tangan, penggunaan masker dan pelindung diri, response guide, dan penyesuain desain dental office,” ujar Priskilla menambahkan.

“Kami berharap ide penyesuaian desain klinik dokter gigi dari mahasiswa-mahasiswa UI ini dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh para dokter gigi di Indonesia. Dengan penyesuaian desain ini, pasien juga akan merasa aman dan nyaman saat harus melakukan perawatan gigi di masa pandemi ini,” kata Prof. Ariadna Adisattya Djais.

“Pada kategori ini, kami berlomba bersama 27 tim lainnya dimana kami diberi kasus dan sejumlah pemeriksaan klinis maupun laboratorium untuk menentukan diagnosis. Lalu di final, kami melakukan kuis yang sama dengan 8 kelompok peserta lainnya dan berhasil mendapatkan posisi 2nd runner up. Prestasi ini tidak lepas dari kurikulum pembelajaran UI yaitu menggunakan metode problem based learning sehingga kami terbiasa belajar dan mendiagnosis kasus secara komprehensif dari pemeriksaan hingga tata laksananya,” ujar Devin.

BACA JUGA:  FIK UI Rancang Aplikasi Deteksi Kegawatdaruratan pada Anak di Masa Pandemi

Proses seleksi kompetisi ini melalui beberapa tahapan, yaitu seleksi abstrak, seleksi pertama kompetisi diagnosis, dan bagi para finalis yang berhasil melaju ke final akan mempresentasikan karyanya atau melalui babak penilaian lainnya sesuai dengan kategori lomba.

Juri dalam kompetisi tersebut adalah Dr. Krupashankar R (Coorg Institute of Dental Sciences), Dr. Veena S Narayanan (Coorg Institute of Dental Sciences) sebagai Person in Charge (PIC) lomba dan koordinator juri, dan drg. Melissa Adiatman, Ph.D. (dosen FKG UI). drg. Melissa mengatakan bahwa, “Adanya ajang kompetisi internasional seperti ini bisa menambahkan motivasi pada mahasiswa untuk terus belajar, berbagi, dan berprestasi meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.”

Komentar

Berita lainnya