oleh

Jasmine by Lidia Hadiwinoto, dari Bisnis Rumahan ke Industri Fesyen

Berangkat dari bisnis rumahan tak lantas membuat kualitas sebuah produk menjadi murahan, hal tersebut berlaku bagi produk fesyen Jasmine by Lidia Hadiwinoto yang baru saja melakukan soft opening gerai keduanya dibilangan Kota Wisata, Cibubur, Selasa (20/4).

Ditemui disela-sela acara, Lidia Hadiwinoto, founder sekaligus owner produk fesyen Jasmine mengatakan pada awalnya memang tidak diniatkan untuk menjadi sebuah brand apalagi perusahaan fesyen yang saat ini sudah menaungi ratusan pekerja.

“Awalnya cuma niat dagang aja bareng suami, tapi ternyata Allah punya rencana lain dan kita dikasih amanah yang lebih besar untuk bisa mengembangkan bisnis ini dari bisnis rumahan menjadi sebuah industri yang mampu membuka lapangan kerja bagi banyak orang,” jelas Lidia.

Berangkat di tahun 2015 saat mulai menjamurnya toko daring, Lidia mengatakan mulai memproduksi dari hanya beberapa meter kain saja dan menghasilkan produk dengan kuantitas yang sangat terbatas.

BACA JUGA:  Sukses Jadi Aktor, Jeff Smith Jajal Bisnis Baru

“Seiring perkembangannya dan semakin banyaknya pesanan yang masuk, kita memberanikan diri untuk mengusung brand sendiri walau pada awalnya kita masih memakai jasa konveksi dari luar dan masih dalam skala produksi yang terbatas,” tambah Lidia.

 

Lidia menegaskan, kualitas menjadi kunci utama yang menjadi acuan dirinya dalam berbisnis. Dengan kualitas yang baik, menurutnya akan menjadi kepuasan bagi kostumer dan akan melakukan repeat order.

“Untuk menjaga kualitas akhirnya kita mulai buka konveksi kecil-kecilan dengan cuma seorang karyawan dan dua mesin jahit. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah Allah kasih amanah lebih dan sekarang mampu mempekerjakan ratusan karyawan dan banyak mitra untuk penjualan,” jelasnya.

Pilihan hijrah yang memotivasi bisnis fesyen Muslim

Busana muslim, jelas Lidia, menjadi pilihan berbisnis karena keinginanya mengajak semua muslimah Indonesia untuk sama-sama berhijrah dengan memenuhi kewajiban menutup aurat dengan fesyen yang elegan dan tetap nyaman untuk digunakan sehari-hari.

“Jadi pada awalnya memang benar-benar Jasmine yang mengajak saya pribadi untuk berhijrah”

“Saat awal menikah, saya masih belum berhijab, masih belum menutup aurat dengan sempurna. Baru kemudian saat bersuami dimana ada tangung jawab menjaga nama baik suami, saya mencoba untuk menutup aurat. Namun pada saat itu saya merasa kalau gamisan itu terlalu kuno, tua dan terlalu ibu-ibu banget karena tampilan gamis pada waktu itu kan banyak pernak-pernik, sedangkan kita anak-anak muda lebih mau yang simpel, dari situ saya mencoba untuk membuat sendiri gamis yang lebih nyaman dan simpel namun tetap elegan untuk digunakan sehari-hari,” jelas Lidia.

BACA JUGA:  Selama Ramadan, Resso Hadirkan Playlist Religi yang Reflektif

Dirinya juga mengatakan mencoba sendiri bagaimana nyamannya mengenakan gamis dan khimar, pola seperti apa yang nyaman dibadan. Menurutnya dengan kenyamanan tersebut maka akan banyak muslimah yang tertarik.

“Jadi pada awalnya memang benar-benar Jasmine yang mengajak saya pribadi untuk berhijrah, jadi saya mulai berhijrah dengan berhijab itu ya pas awal Jasmine,” tegasnya.

BACA JUGA:  Mahen Rilis Single Baru “It’s Okay Not To Be Okay”

Untuk generasi muda yang ingin mengembangkan bisnisnya, Lidia berpesan memperkuat niatnya dulu sehingga tidak cepat down saat bisnis terpuruk atau diluar ekspektasi. Dan juga yang terpenting adalah memperhatikan desain dan kualitas produk.

“Karena dengan kualitas yang bagus akan membuat kostumer dengan sendirinya memperkenalkan ke teman-temannya ini lho ada kualitas bagus dengan harga yang terjangkau,” pungkasmya.

Produk Jasmine by Lidia Hadiwinoto sendiri saat ini selain bisa didapatkan langsung di gerai-gerai resminya, juga bisa didapatkan melalui akun resmi intsagram mereka @jasmine_bylidiahadiwinoto atau langsung melalui situs resminya jasmine.id. Kedepannya, produk yang ditawarkan juga tak sebatas produk fesyen muslimah, tapi juga akan merambah produk kosmetik dan lainnya. [San]

Komentar