oleh

Kecamatan Sukmajaya Luncurkan Gerakkan Satu Rumah Satu Pendongeng

DEPOK – Kecamatan Sukmajaya resmi meluncurkan program Satu Rumah Satu Pendongeng pada (27/03) lalu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak sejak dini.

“Program ini guna membangun keharmonisan dalam berkomunikasi antaranggota keluarga sehingga dapat tercipta keluarga yang literat,” tutur Bunda Literasi Kecamatan Sukmajaya, Yulia Oktavia, Senin (29/01/21).

Dikatakannya, program tersebut mulai dilaksanakan di RW 20 Kelurahan Baktijaya sejak 14 Februari lalu. Kemudian akan dilanjutkan ke beberapa wilayah lainnya.

“Rencananya akan merambah ke Kelurahan Mekarjaya,” katanya.

Setelah lima pekan berjalan, lanjutnya, antusiasme masyarakat khususnya anak-anak dalam membaca terus meningkat. Mereka kini semakin dekat dengan buku bacaan, dan mulai meminimalisir penggunaan smartphone atau gawai.

BACA JUGA:  Ini Lima Program Pendistribusian Zakat Baznas Depok

Agar program ini semakin digemari, sambungnya, nantinya para orang tua di wilayah tersebut bergilir mendongeng di depan anak-anak. Rencananya, lokasi mendongeng dipusatkan di markas Komunitas Ruang Baca Sarang Buku dan Sangkar Semut.

“Kami berharap melalui gerakan ini kecerdasan anak-anak dapat semakin terasah, dari sisi emosional maupun psikologisnya,” tandasnya.

Lomba Mendongeng Dinilai Mampu Dorong Minat Baca Anak

Lomba Mendongeng yang diselenggarakan oleh Kecamatan Sukmajaya dalam rangka peringatan Hari Dongeng Internasional mendapat apresiasi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok. Lomba ini dinilai mampu meningkatkan minat baca pada anak-anak.

BACA JUGA:  Larangan Mudik 2021, Polres Depok Siaga di 8 Titik Pos

“Ini merupakan satu-satunya kecamatan yang menyelenggarakan kegiatan ini. Tentunya sangat membantu dalam gerakan mendorong minat baca anak-anak,” ujar Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah kepada wartawan, Senin (29/03/21).

Menurutnya, gemar dan minat baca pada anak-anak ditentukan oleh faktor lingkungan. Dikatakannya, jika sudah ditumbuhkan sejak dini, diharapkan dapat terbentuk budaya membaca.

BACA JUGA:  HUT Kota Depok, Pemkot Berikan Layanan Gratis Biaya Persalinan

“Kami sangat berharap wilayah lain dapat melakukan hal yang sama agar anak-anak Kota Depok semakin tinggi pengetahuan literasinya,” tuturnya.

Siti menjabarkan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, minat dan gemar membaca masyarakat di Kota Depok mengalami peningkatan setiap tahun. Untuk minat membaca pada 2018 sebesar 63,94 persen, 2019 64,88 persen, dan 2020 naik menjadi 66,37 persen.

Sedangkan survei tentang gemar membaca, lanjutnya, pada 2018 sebesar 55,04 persen, 2019 56,13 persen, dan 2020 57,23 persen. []

Komentar