oleh

Bukan Komunitas Biasa, Kini Kakak Asuh Mengadakan Beasiswa

Tiap orang tentu memiliki mimpi. Namun, bukan hanya mimpi yang besar saja, perwujudannya pun sangat diharapkan. Termasuk para adik asuh, yakni anak-anak usia SD, yang memiliki mimpi tanpa batas seperti kita para orang dewasa. Namun bedanya, mimpi-mimpi generasi penerus bangsa ini tersendat karena kurangnya kemampuan finansial. Banyak dari mereka tidak memiliki akses dan fasilitas belajar memadai karena masalah perekonomian keluarga ditambah dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, komunitas Kakak Asuh pun menghadirkan sebuah solusi yang baru dan berbeda dari komunitas sosial-pengajaran lainnya.

Kakak Asuh merupakan sebuah komunitas sosial yang bergerak di bidang sosial-pendidikan dan pemberdayaan mahasiswa. Sesuai namanya, fokus komunitas ber-tagline “Memberi dan Membimbing” ini adalah memberikan pengembangan dan pengajaran dari para mahasiswa kepada adik-adik asuh usia sekolah dasar layaknya seorang kakak kepada adiknya. Kemudian, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan minat dan bakat untuk mengejar mimpi mereka. Pengembangan dan pengajaran pun dilakukan secara rutin di tiap minggunya dan dapat berupa pelatihan, pembelajaran dan bermain, serta mengadakan berbagai lomba dan pertunjukkan sesuai potensi yang dimiliki para adik asuh.

Kakak Asuh didirikan pada tanggal 18 April 2018 dan telah resmi memiliki badan hukum sebagai yayasan dengan nama Yayasan Karya Kakak Asuh sejak 10 Februari 2020. Kini, komunitas Kakak Asuh tersebar di 6 daerah yang terdiri dari 8 cabang berbeda, yakni Kakak Asuh Jakarta, Kakak Asuh Bogor Kota, Kakak Asuh Bogor Dramaga, Kakak Asuh Depok, Kakak Asuh Jatinangor, Kakak Asuh Bandung Setiabudi, Kakak Asuh Bekasi, dan Kakak Asuh Yogyakarta.

BACA JUGA:  Tim Dosen HI UI Luncurkan Buku Diplomasi Ekonomi Indonesia di Kawasan Amerika Latin

Tiap tahunnya, para komunitas cabang tersebut berganti kepengurusan dengan mengadakan open recruitment anggota yang terbuka bagi seluruh mahasiswa. Tahun ini, Kakak Asuh telah mencapai batch keempat yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa yang telah lolos dari serangkaian seleksi ketat yang diadakan sejak bulan November lalu.

Sudah tiga tahun komunitas Kakak Asuh berperan dalam bidang pendidikan dan pengajaran anak khususnya pada anak-anak kurang mampu di tiap daerah di Indonesia. Kini, pada tahun 2021, Kakak Asuh mengadakan sebuah program baru yang berbeda dari tahun-tahun kemarin.

Sebelumnya, Kakak Asuh hanya berfokus dalam menyelenggarakan pengajaran kepada adik-adik asuh. Namun tahun ini, Kakak Asuh siap step up the game dengan menerbitkan program bernama Patungan Pendidikan dan Beasiswa Kasih.

Patungan Pendidikan merupakan layanan donasi resmi dari Yayasan Kakak Asuh yang bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat umum yang akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan atau program yayasan. Alasan penamaan “patungan” pada layanan donasi ini karena program ini juga berfokus untuk mengajak para mahasiswa ikut berperan dalam memberikan dana bantuan.

“Mereka (para adik asuh) perlu dibantu. Gak mau nyalahin siapa-siapa dan bukan salah siapa-siapa, tetapi karena kita punya daya dan dayanya mahasiswa sebesar itu, kita buatlah crowdfunding bernama Patungan. Oleh karena target dan materi kita adalah mahasiswa, terkadang rasanya terdengar terlalu muluk-muluk kalau ‘mahasiswa donasi’. Terdapat stigma yang berkembang di tengah mahasiswa bahwa mahasiswa tidak cocok untuk berdonasi seakan hal tersebut terlalu besar untuk mahasiswa yang belum memiliki penghasilan sendiri dan masih bergantung pada uang jajan dari orang tua. Nah, kita ingin menghapus stigma itu, mengubah kata ‘donasi’ yang terkesan berat menjadi lebih sederhana, sesederhana patungan yang biasa dilakukan mahasiswa.” ujar Yesa Dian, salah satu pendiri komunitas Kakak Asuh saat acara sosialisasi online Patungan Pendidikan dan Beasiswa Kasih beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Gandeng RSUI, Dinkes Depok Gunakan Metode Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Terdapat dua jenis patungan yang dapat dilakukan, yakni patungan bebas dan patungan tetap. Perbedaan keduanya terletak pada nominal yang diberikan, apakah bersifat bebas atau terdapat jumlah tertentu yang tetap tiap bulannya. Untuk menyalurkan dana patungan, Kakak Asuh menyediakan banyak pilihan cara pembayaran yang mudah dan praktis, yaitu dapat melalui bank, e-wallet, dan pembayaran lewat counter minimarket terdekat. Informasi mengenai program Patungan Pendidikan oleh Yayasan Kakak Asuh ini dapat diakses lebih lanjut di website patungan.kakakasuh.org.

Lebih seru lagi, Kakak Asuh juga mengikutsertakan program Patungan Pendidikan pada aplikasi Campaign for Change dengan nama “7 Hari Menabung untuk #PatunganPendidikan”.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pemahaman Hukum, 100 Pelajar Depok Dapatkan Pembekalan

Hal tersebut merupakan sebuah inovasi menarik karena tiap orang dapat berdonasi sebesar Rp10.000 lewat aksi 7 hari menabung di celengan botol plastik bekas. Dengan demikian, selain ikut berkontribusi pada Patungan Pendidikan, para peserta campaign juga ikut serta mendaur ulang botol plastik dan menabung untuk dirinya sendiri sebab donasi dari masyarakat bukanlah dalam bentuk uang langsung, tetapi aksi yang dihargai sebesar donasi.

Selain program Patungan Pendidikan, Kakak Asuh juga menyediakan program lainnya yang menjadi sorotan. Program tersebut adalah Beasiswa Kasih Kakak Asuh yang masih terkait dengan program Patungan Pendidikan serta menjadi sebuah perwujudan donasi yang dihimpun. Kata “Kasih” disematkan pada nama program ini karena harapannya ini akan menjadi suatu bentuk kasih dari kita ke para adik asuh. Program ini juga bertujuan untuk membantu pendidikan ±160 adik asuh dari keluarga kurang mampu. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembelajaran rutin mingguan serta tunjangan pendidikan yang diberikan secara berkala kepada para orang tua adik asuh.

Dengan adanya dua inovasi terbaru dari komunitas Kakak Asuh tersebut, diharapkan para adik asuh dapat terbantu dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak terlebih lagi pada masa pandemi seperti sekarang. Semoga program ini pun dapat menjaga dan mewujudkan mimpi-mimpi besar para adik asuh. Sebab, kalau bukan kita yang mulai membantu, siapa lagi? [Khansa Nabila Anjani]

Komentar

Berita lainnya