oleh

TBM Lentera Pustaka Terpilih Program “TBM Sahabat Negeri” dari Dompet Dhuafa

Satu lagi prestasi ditorehkan TBM Lentera Pustaka Bogor. Setelah melalui proses seleksi, TBM Lentera Pustaka terpilih sebagai salah satu dari 10 Taman Bacaan Masyarakat di Bogor, Jakarta, Bekasi, dan Serang yang “masuk” dalam program pendampingan TBM Sahabat Negeri dari Dompet Dhuafa Pendidikan. Proses seleksi meliputi pendaftaran, seleksi dokumen, dan wawancara.

Program TBM Sahabat Negeri merupakan wujud dukungan Dompet Dhuafa Pendidikan kepada TBM (Taman Bacaan Masyarakat) sebagai pusat pembelajaran nonformal masyarakat di masa pandemic Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai wujud kolaborasi dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.

Sebagai taman bacaan yang berlokasi di Kaki Gunung Salak Bogor, TBM Lentera Pustaka dikenal sebagai taman bacaan yang unik dan kreatif. Unik karena menjalankan model pengembangan taman bacaan yang digagas pendirinya, Syarifudin Yunus, yaitu “TBM Edutainment”, sebuah tata kelola taman bacaan yang berbasis edukasi dan entertainment. Maka di TBM lentera Pustaka selalu ada aktivitas: 1) salam literasi, 2) doa literasi, 3) senam literasi, 4) bernyanyi literasi, 5) event bulanan dengan mendatangkan tamu dari luar, 6) jajanan kampung gratis, dan 7) laboratorium baca setiap hari Minggu. Kreatif, karena beda dalam tata kelola taman bacaan. Selain menjadi tempat membaca anak-anak, hampir setiap minggu TBM Lentera Pustaka menggelar event untuk memotivasi anak-anak akan pentingnya membaca dan sekolah.

BACA JUGA:  Gerakan Sedekah Pangan Nasional untuk Kedaulatan Pangan Bangsa

Hingga kini, setelah 4 tahun berdiri, ada empat program utama TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor sebagai upaya menegakkan tradisi baca anak dan menekan angka putus sekolah, yang terdiri dari:

1. Taman Bacaan (TABA), sebagai tempat membaca 145 anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Saat ini setiap anak mampu membaca 5-10 buku per minggu. Jam baca pun hanya 3 hari dalam seminggu.

BACA JUGA:  Gerakan Sedekah Pangan Nasional untuk Kedaulatan Pangan Bangsa

2. GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) yang diikuti 10 ibu-ibu kaum buta aksara yang rutin belajar baca-tulis 2 kali seminggu. Dari mulai tidak bisa menulis nama dan tanda tangan, kini kaum ibu warga belajar GEBERBURA telah bisa membaca dan menulis.

3. KElas PRAsekolah (KEPRA) yang diikuti 19 anak-anak usia prasekolah yang belajar mengenal huruf, membaca, dan berhitung. Sambil bermain gembira, seminggu 3 kali anak-anak prasekolah datang diantar ibunya secara rutin.

BACA JUGA:  Gerakan Sedekah Pangan Nasional untuk Kedaulatan Pangan Bangsa

4. YAtim BInaan (YABI) yang kini ada 11 anak yatim dalam binaan agar dapat melanjutkan sekolah sekalipun tidak ada Ayahnya lagi. Secara rutin anak tyatim mengaji di TBM Lentera Pustaka untuk mengambil “uang sekolah” sekaligus berdoa, di samping ada 3 anak yatim yang mendapat beasiswa untuk tetap sekolah.

Atas kiprah sosial sebagai Pendidikan nonformal itulah, TBM Lentera Pustaka dinilai layak untuk memperoleh predikat “TBM Sahabat Negeri” dari Dompet Dhuafa pada tahun 2021 ini. Sebagai wujud, mengubah niat baik jadi aksi nyata. Salam literasi.

Komentar

Berita lainnya