oleh

Sepeda Kopi untuk Pak Tolo

JAKARTA – Pandemi yang masih mewabah di Indonesia, belum juga menunjukkan kabar baiknya. Hal ini tentu saja memberi dampak pada perekonomian warga. Tidak hanya untuk segelintir orang saja, namun semua orang pun turut merasakan dampak yang sama. Dimana semakin sulitnya mencari uang, namun kebutuhan hidup kian menuntut untuk dicukupkan.

Dalam hal ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) berkontribusi bersama para mahasiswa dan mahasiswinya dengan cara melakukan program kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat yang tergolong kurang mampu melalui mata kuliah Kemuhammdiyahan. Program kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu.

Kegiatan dimulai dari mahasiswi kelompok 10 yang beranggotakan Nuri, Ghani, dan Mala di bawah naungan Toto Tohari, S. Th.I., M.Ag, melakukan pencarian di beberapa lingkungan untuk mencari keluarga atau orang yang layak mendapatkan bantuan di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah ditelusuri, kelompok 10 menemukan seseorang yang layak mendapatkan bantuan tersebut, yang bertempat tinggal di Jl. Batu Tumbuh RT. 010 RW. 009 Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur bernama Mustofa yang akrab disapa warga setempat dengan nama Pak Tolo. Kelompok 10 bekerja sama dengan Zahra, selaku anak dari ketua RT setempat. Pada tanggal 22 Januari 2021, kegiatan ini dilaksanakan mulai jam 13:00-15:00 WIB.

“Pak Tolo tidak memiliki mata pencaharian tetap yang dapat menopang kehidupan sehari-harinya. Saya rasa pak Tolo adalah orang yang tepat untuk meneruskan amanah dari teman-teman,” kata Nuri selaku ketua kelompok.

Setelah berkodinasi sekaligus menyusun kepengurusan kelompok, kelompok 10 bergegas melakukan fundraising dana selama 5 hari. Di waktu yang sesingkat itu, kelompok 10 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.500.000,- yang diperoleh dari beberapa masyarakat dan bantuan berupa sepeda. Yang kemudian bantuan tersebut dialokasikan untuk membuat keranjang kayu pada sepeda, dan beberapa kebutuhan lain untuk berdagang kopi keliling, sembako, juga sejumlah uang tunai. Pada tanggal 28 Januari 2021, kelompok 10 berhasil mengirimkan bantuan tersebut ke kediaman yang bersangkutan.

Begitu berpacu dengan waktu memang sangat melelahkan bagi kelompok 10. Belum lagi dilanda kekhawatiran, dapatkah kelompok 10 menjawab impian Tolo agar memiliki mata pencaharian dari berdagang kopi keliling. Namun, ternyata bantuan Allah SWT begitu cepat datang melalui tangan hamba-hamba Nya. Bersama mereka bergerak membantu Tolo hingga dia menemukan harapan baru dalam hidupnya.

“Terima kasih atas bantuannya kepada adik-adik semua untuk saya. Terus semangat dalam menuntut ilmu, dan jadilah kalian penerus bangsa yang berguna,” ujarnya. [Ghani]