oleh

Perlu Sinergi DPRD dan Kepala Daerah Terpilih Atasi Pandemi Covid-19

DEPOK – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari mengajak kepala daerah terpilih untuk memperkuat sinergisitas dengan DPRD dan stakeholder dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, percepatan penanganan Covid-19 harus menjadi prioritas kepala daerah terpilih.

“Kami DPRD Kota Depok mengharapkan dapat bersinergi erat dengan kepala daerah terpilih untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19. Sebab di Kota Depok angka konfimasi positifnya masih fluktuatif,” tuturnya kepada wartawan, usai pelantikan Wali-Wakil Wali Kota Depok secara virtual di Balai Kota Depok, Jumat (26/02/21).

BACA JUGA:  Mahasiswa UI Raih Dua Kategori Juara di Internasional QUEST 5.0 International Educationist Association 2021

Lanjut Yeti, meski saat ini kebijakan mengenai pandemi Covid-19 sudah terintegrasi dengan pusat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Namun, sambungnya, peran daerah juga sangat besar terkait penyediaan rumah sakit.

“Terlebih saat ini ocupasi atau ketersedian tempat tidur di rumah sakit sudah tinggi untuk pasien Covid-19,” katanya.

Lanjut dia, pandemi yang sudah hampir satu tahun sudah membuat masyarakat jenuh. Ke depan pembangunan harus diprioritaskan dalam percepatan penanganan pandemi Covid 19.

BACA JUGA:  Gandeng RSUI, Dinkes Depok Gunakan Metode Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

“Selain itu, peningkatan Jaring Pengaman Sosial (JPS) juga dinilai penting. Serta peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Yeti pun berharap, Wali-Wakil Wali Kota Depok terpilih, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono selalu dalam keadaan sehat. Agar mereka bisa langsung melakukan tugas sebagai kepala daerah yang nantinya bisa bersinergi bersama DPRD untuk membangun Depok. Selain juga bersama-sama mengatasi masalah pandemi Covid-19

BACA JUGA:  Pelatihan Daring Tim UI: Strategi Pengajaran Efektif bagi Anak Berkebutuhan Khusus Selama PJJ

“Sehingga, angka penularan Covid-19 di Kota Depok dapat menurun dan anak-anak yang merindukan bangku sekolah di tahun 2021 bisa kembali bersekolah,” pungkasnya. []

Komentar

Berita lainnya