oleh

Pergaulan Remaja yang Baik Menurut Al-Quran dan Sunnah

Kita sama-sama tahu, bahwasanya pergaulan itu  memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang. Terutama dalam kehidupan remaja. Apalagi masa remaja merupakan masa peralihan anak ketika masih labil. Sehingga dalam masa ini, remaja sangat rentan mengalami kenakalan remaja jika salah dalam bergaul. Namun, tidak hanya remaja yang bisa salah dalam bergaul, orang dewasa pun juga bisa salah dalam bergaul.

Salah bergaul bisa mengakibatkan pergaulan bebas. Nah, inilah hal yang harus kita jaga. Pergaulan bebas secara umum adalah bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu atau pergaulan bebas dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan.

Pada dasarnya, kita sebagai manusia mempunyai norma tentang bertingkah laku yaitu norma agama (norma yang bersumber dari Allah SWT), norma moral (norma yang muncul dari hati nurani manusia yang mengarah pada kebaikan dan menjauhi keburukan), norma kesopanan dan adat (norma yang berlaku di masyarakat sekitar), norma hukum (norma yang diatur oleh pemerintah khususnya dalam bernegara). Dengan demikian, sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa membuat aturan sendiri tanpa adanya kesepakatan.

Ajaran islam sangat fleksibel, namun fleksibelitasnya bukan berarti bebas tanpa aturan. Salah satunya berhubungan dengan adab bergaul di tengah masyarakat. Bergaul yang merupakan sosial skill yang ada pada diri manusia perlu ditanamkan sedini mungkin, karena kemampuan bergaul memberikan rasa nyaman kepada manusia sekitar.

Pergaulan adalah salah satu cara kita untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini. Akan menjadi suatu yang aneh atau langka jika ada orang yang mampu hidup sendiri, karena memang itulah kodrat manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya.

BACA JUGA:  Memahami dan Mempelajari Ilmu Tajwid

Nah, pergaulan remaja saat ini menjadi sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya seorang remaja pada saat ini. Banyak kita lihat berbagai pergaulan yang sangat menyimpang dari agama. Bahkan sampai menghancurkan masa depan diri sendiri. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini akan dibawa, baik buruknya bangsa ini tergantung dengan generasi muda.

Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peradaban umat manusia. Kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil karya manusia karena dapat membawa perubahan yang positif bagi kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu kita sadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan mungkin bisa saja membawa pada keburukan.

Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan bahwa pergaulan bebas yaitu proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Terdapat dalam surat An-nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul.

Lalu bagaimana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentu banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.

Untuk itu maka ada batasan-batasan yang harus dijaga sebagai umat muslim. Kita harus mengerti kalau teman yang baik akan membawa pengaruh yang baik dan akan selalu mengajak untuk berbuat kebaikan, bukan menjerumuskan ke dalam keburukan dan memberikan pengaruh negatif. Tapi kita juga harus memahami beberapa faktor penting lainnya. Agar tidak salah bergaul, kita harus memiliki pondasi yang kuat. Pondasi ini bisa didapatkan dari pendidikan dalam keluarga atau pendidikan agama. Dengan pondasi yang kuat, kita bisa memiliki keyakinan yang teguh sehingga  tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dalam bergaul.

BACA JUGA:  Cara Bersuci Ketika Selesai Operasi

Pengaruh negatif akibat pergaulan biasanya muncul pertama kali dalam bentuk ajakan. Agar kita tidak terkena pengaruh buruk dalam pergaulan, jangan sekali-kali takut untuk menolak ajakan teman jika ajakan tersebut merupakan ajakan untuk berbuat keburukan. Hal selanjutnya yang harus dilakukan agar tidak salah bergaul adalah jangan terpancing bujukan teman. Bujukan ini sifatnya lebih memaksa, memberikan konsekuensi seperti bully ataupun sejenisnya jika tidak meng-iya-kannya. Namun sekali-kali jangan terpancing bujukan teman jika tidak ingin salah dalam bergaul.

Hal terakhir yang harus dilakukan agar tidak salah bergaul adalah pilih dan pilah mana yang baik dan buruk. Kita harus bisa membedakan mana yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan mana yang buruk yang akan mencelakai. Memilih dan memilah baik buruk akan memberikan kejernihan dalam pikiran, sehingga tidak mudah terpengaruh dalam bergaul. Kita mungkin bisa melihat contoh-contoh lain seputar pergaulan di sekitar kita. Pergaulan yang baik ibarat berteman dengan penjual minyak wangi. Meski ia tidak memberi kita minyak wangi, ia setidaknya memberi bau harum kepada kita. Sebaliknya, pergaulan yang buruk ibarat berteman dengan penjual arang. Selain memberi coreng hitam di wajah dan baju kita, ia juga membuat kita pergi dengan bau arang yang tidak sedap.

Ada beberapa hal yang harus dihindari terutama oleh kaum wanita dalam ajaran islam apalagi pada zaman milenial saat ini. Seperti dilarang berpandangan mata dengan yang bukan muhrimnya, berpegangan tangan ataupun berciuman, dilarang membuka auratnya. Dalam beberapa hal ini saja masih banyak remaja masa kini yang tidak mengetahui ajaran islam tersebut. Jangan ditiru ya!

BACA JUGA:  Membuat Sedekah Menjadi Hobi

Ketika seseorang menjadi remaja, maka dia dibesarkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang diwajibkan kepada orang dewasa. Mereka sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT atas segala yang dilakukan. Setiap kesalahan yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa dan setiap kebaikan dicatat sebagai amal sholeh yang akan mendapatkan pahala.

Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim). Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurat agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).

Maka, kita dianjurkan untuk memahami Al-Quran dan Hadist tentang etika bergaul dalam islam sehingga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Kita harus memiliki suatu batasan tentang hidup khususnya dalam pergaulan agar dapat bergaul sesuai yang diajarkan oleh agama. Hendaklah kita selalu menjaga diri kita dari lingkungan yang tidak benar, karena sudah dijelaskan bahwa pergaulan itu dapat merusak moral kita.

Nah, teman-teman semoga hal-hal di atas bisa kita renungkan dan bisa kita ambil nilainya. Agar di kemudian hari, pergaulan remaja kita bisa terselamatkan dan masa depan akan tetap dalam genggaman. Semangat jiwa-jiwa muda! [Halimaturrahmi /SEBI]

Komentar

Berita lainnya