oleh

Mengenal Fungsi Dasar Keluarga

Keluarga merupakan konsep yang bersifat multidimensi. Para Ilmuan sosial bersilih faham pendapat mengenai arti keluarga yang bersifat universal. Pada umumnya, fungsi yang dijalankan oleh keluarga seperti melahirkan dan merawat anak, menyelesaikan masalah dan saling peduli antar anggotanya tidak berubah substansinya dari masa ke masa (Day, 2010). Namun bagaimana keluarga melakukannya dan siapa saja yang terlibat dalam proses tersebut dapat berubah dari masa ke masa dan bervariasi diantara berbagai budaya.

Keluarga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu keluarga inti dan keluarga batin. Keluarga inti yang ada didalamnya hanya terdapat tiga posisi, yaitu : Suami-Ayah, Istri-Ibu, dan Anak-Sibling (Lee, 1982), yang menjadikan keluarga sebagai wahana orientasi bagi anak, yaitu keluarga tempat Ia dilahirkan. Sedangkan untuk Orang tua keluarga sebagai wahana prokreasi, karena keluarga inti terbentuk setelah sepasang laki-laki dan perempuan menikah dan memiliki anak (Berns, 2004).

Adapun keluarga batin adalah keluarga yang didalamnya menyertakan posisi selain ketiga posisi yang ada diatas (Lee, 1982). Bentuk pertama dari keluarga batin yang banyak ditemui di masyarakat adalah keluarga bercabang terjadi manakala seorang anak, dan hanya seorang, yang sudah menikah dan masih tinggal dirumah orang tuanya. Keluarga batin ini merupakan keluarga beranting yang mana sampai pada cucu tetap tinggal bersama.

Keluarga merupakan tempat yang penting bagi perkembangan anak secara fisik, emosi, spiritual, dan sosial. Karena keluarga sebagai sumber bagi kasih sayang perlindungan dan identitas bagi anggotanya. Menurut Berns (2004), keluarga mempunyai lima fungsi dasar, yakni :

⦁ Reproduksi keluarga memiliki tugas untuk mempertahankan populasi yang ada di dalam masyarakat.
⦁ Sosialisasi/edukasi keluarga menjadi sarana transmisi nilai, keyakinan, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan teknik dari generasi sebelumnya kegenerasi yang lebih muda.
⦁ Penugasan peran sosial keluarga memberikan identitas para anggotanya seperti ras, etnik, religi, sosial, ekonomi, dan peran gender.
⦁ Dukungan ekonomi. Keluarga menyediakan tempat berlindung, makanan, dan jaminan kehidupan.
⦁ Dukungan emosi/pemeliharaan. Keluarga memberikan pengalaman interaksi sosial bagi anak. Interaksi yang terjadi bersifat mendalam, mengasuh, dan berdaya tahan sehingga memberikan rasa aman pada anak.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Rumah merupakan tempat yang nyaman untuk berkumpulnya keluarga, tetapi bagaimana saat suatu keluarga tidak mengetahui apa yang sebenarnya harus dilakukan jika terjadi sesuatu. Contoh saja saat sang anak nangis yang dilakukan oleh orang tua atau orang disekitar yang dilakukan untuk membuat sang anak berhenti menangis, tetapi apakah sang orang tua atau yang berada disekelilingnya itu mengetahui apa yang akan terjadi atau akibat dari suatu hal yang sangat kecil saat dia sudah besar.

Menurut Psikolog hal tersebut bisa dapat membuat saat si anak sudah meranjak dewasa menjadi seorang yang tidak ingin mengungkapkan hal yang membuat dia sedih atau membuat dia marah, karna saat anak menangis bisa saja dia sedang marah atau kesal, dan menurut Psikolog hal yang harus dilakukan oleh orang tua atau orang yang berada disekitar saat anak menangis adalah menenangkannya, jika sudah bisa berbicara anak tersebut di ajak ngomong, dengan menanyakan hal apa yang membuat dia marah, kenapa dia marah, dengan begitu sang anak merasa bahwa dia tidak di salahkan jika dia menangis dan akhirnya membuat sang Anak terbuka pada Orang Tua-nya. Karna tidak ada yang tahu tentang kejiwaan atau mental orang-orang tanpa dilihat dari hal-hal yang terjadi dilingkungan sebelumnya. Seperti saat Ayah dan Ibu yang bisa dikatakanlah sedang berdebat dan disana ada anak nya yang mesih belia, siapa si yang tahu apa yang ada dipikiran sang anak, bisa saja hal tersebut akan terus terngiang didalam pikirannya dan malah membuat sang anak menjadi trauma akan masa lalunya.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

KELUARGA yang seharusnya adalah dimana tempat yang nyaman, tempat yang tenang untuk berbagi keluh kesah setelah seharian berkegiatan. Tetapi kenapa ada saja salah seorang didalam keluarga yang malah membuat salah satu dari keluarga itu bersedih, memang tidak langsung menangis memang tidak langsung terus terang dengan keadaannya. Walau niatnya hanya sekedar gurauan tetapi siapa yang sangka didalam lubuk hatinya berada kesakitan yang sialnya dibuat oleh keluarga. Tidak jarang menemui anak muda yang ingin merantau dengan alasan ingin menjauh dari salah satu dari keluarganya yang pernah membuat luka di hatinya, atau pergi jauh agar tidak terkekang oleh keluarganya, terkadang hal yang sepele malah membuat luka yang sangat dalam.

Katanya seorang pelajar jangan memusingkan urusan yang ada di keluarganya, katanya pikirkan saja pelajaranmu itu, tetapi nyatanya sang pelajarpun memikirkannya apa karna sang orang tua yang berterus terang dengan keadaan ntah finansial ataupun itu, atau yang ditagih uang buku oleh sang guru, atau yang ditanyakan uang SPP sang anak, dan tidak banyak anak yang berenti sekolah dengan alasan finansial keluarga, padahal katanya jangan memikirkan finansial keluarga karna itu tugas dan urusan keluarga dan jangan pikirkan, Hmm. Antara anak dan orang tua harusnya mempunyai keterbukaan dan privasi nya masing-masing.

Antara saudara ke saudara, dari anak ke orang tua itu harus mempunyai komunikasi yang baik, harus ada keterbukaan dimasing-masing pribadi dan adanya kepercayaa antar penghuni satu keluarga. Menurut para ahli didalam hubungan antara Orang tua dan Anak tidak boleh adanya kekerasan karna dapat membuat dampak buruk yang bersifat jangka panjang yang akan di rasakan oleh sang anak. Dan antara Suami dan istri juga harus mengetahui tentang sifat masing-masing, sang suami tahu sifat sang istri dan begitu juga dengan sang istri tahu sifat sang suami, sang suami tahu apa saja sifat yang ada didalam dirinya harus tahu apa saja yang harus di “rem” saat besama sang istri dan begitu juga sang istri, agar sama-sama enak untuk menjalankan suatu keluarga.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Jangan lupa untuk orang tua jangan sampai mentang-mentang Anda adalah orang tuanya yang melahirkannya hingga seenaknya untuk menggunakannya. Contoh katanya sebagai orang tua yang baik selalu menuruti kemauan sang anak, dan pada akhirnya hasilnya sang anak malah menjadi manja, dan pada saatnya orang tua itu pun menyesal dengan hal yang dilakukannya, ingat semua itu ada batasannya. Katanya ingin tegas kepada anak, mungkin baik, tapi tidak jarang malah sang anak yang merasakan itu tidak baik, malah membuat hal-hal yang negatif kepada sang anak.

Ingat! Semua itu ada ilmunya, kita harus tahu, sebagai anak apa sih yang harus kita ketahui tentang orang tua, hal apa saja yang tidak boleh dilakukan kepada orang tua, sebagai kakak kita harus tahu hal apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan kepada sang adik, atau kita juga harus tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh kita lakukan kepada kakak kita. Dan begitu juga kepada para orang tua lihat dulu hal apa yang akan kita didik kepada sang anak, apa manfaat dan apa dampak akhirnya kepada sang anak. Untuk memperbaiki hubungan antara anak dan orang tua agar hubungan keluarga akan lebih hangat lagi. [Husnun Maulidina/SEBI]

Komentar