oleh

Masyarakat Betawi telah Membuktikan Diri sebagai Simpul Pengikat Keberagaman

JAKARTA – Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Betawi kembali menghelat agenda program kuliah daring dengan materi perkuliahan “Masyarakat Adat, Organisasi Masyarakat Lokal dan Masyarakat Betawi Perspektif Konstitusi”, Jum’at (19/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai keynote speaker, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali yang menyampaikan pentingnya kesepahaman pemikiran konstruktif terhadap eksistensi ormas Gerbang Betawi yang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi dalam mewujudkan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta.

“Pada kuliah pertama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyampaikan masyarakat Betawi telah membuktikan diri sebagai simpul pengikat keberagaman, kebersamaan dan nasionalisme. Anak Betawi telah menjadi tuan rumah yang hebat terhadap suku-suku pendatang yang memenuhi Jakarta,” tegas Marullah.

BACA JUGA:  Dorong Potensi Kelapa Sawit Dalam Negeri,Indonesia dan Malaysia Teken MoU Pembelian Palm Sludge Oil

Masyarakat adat berperan penting dalam politik dan ekonomi suatu daerah juga dapat ikut serta dalam mengambil suatu kebijakan serta tokoh adat dapat hadir ditengah masyarakat sebagai elit yang memiliki pengaruh dalam struktur masyarakat. Terkait hal ini, Marullah mengatakan bahwa Provinsi DKI telah mengeluarkan tiga kebijakan penting yakni Perda 4 tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi, lalu Pergub DKI No. 2029 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan pelestarian budaya Betawi dan Pergub 229 Tahun 2017 tentang ikon budaya Betawi.

BACA JUGA:  Dorong Ekspor Nonmigas, Kemendag Jaring Calon Pelatih dan Pendamping Program LBEC Sektor Dekorasi Rumah Indonesia

“Saya kira kita sudah melihat kalau anak-anak kita, jika kita tidak terapkan perda dan pergub tersebut, (budaya kita) mungkin akan mati obor, tidak ketemu mana ciri-ciri dan ikon budaya Betawi. Tujuan kebijakan tersebut adalah tentunya untuk mendorong kelestarian seni budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Betawi di kampung halamannya sendiri,” jelasnya.

Marullah juga mengatakan organisasi masyarakat seperti Gerbang Betawi, memiliki peran penting dalam hal penerangan, pemahaman, pencegahan dan sosialisasi sekaligus mampu mengedukasi masyarakat. Pemerintah menjadi fasilitator dan regulator menyatukan visi dan persepsi bertujuan agar tidak terjadi perbedaan dan kesalahan pemikiran sehingga bisa saling bersinergi membangun kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.

BACA JUGA:  Pegadaian Raih Kinerja Positif di Masa Pandemi 2020

“Saya berharap forum ini dapat melakukan kajian dengan bahasan masukan yang telah disampaikan serta dipadukan dengan masukan-masukan yang diberikan para pemberi materi yang lain,” pungkas Marullah.

Program kuliah ini sendiri merupakan agenda rutin yang dilakukan Gerbang Betawi setiap pekan dengan menghadirkan pemateri tokoh-tokoh Betawi dan Pejabat Daerah yang membahas isu-isu terkait kebetawian dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Jakarta. [San]

Komentar

Berita lainnya