oleh

Kurangi Carbon Footprint dengan Memakai Produk Lokal

Seperti yang kita ketahui pada masa awal PSBB diterapkan, langit Jakarta terlihat cerah daripada biasanya karena minimnya jumlah kendaraan yang beroperasi di jalanan Ibukota. Tahukah Anda, kalau sektor transportasi merupakan penghasil carbon footprint terbesar dibandingkan yang lainnya.

Ternyata dampak positif dengan kita dirumah saja dan tidak memakai kendaraan pribadi beberapa saat, bisa membantu mengurangi carbon footprint.

Carbon footprint atau mungkin yang biasa kita sering dengar “Jejak Karbon” adalah jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai macam aktivitas yang kita lakukan dalam kurun waktu tertentu. Seperti penggunaan kendaraan, makanan yang kita konsumsi, penggunaan energi serta produk yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak sekali dampak berbahaya dari carbon footprint, namun yang paling bisa kita rasakan saat ini adalah perubahan cuaca ekstrim dan bencana alam karena kenaikan suhu bumi yang cukup drastis.

Menurut Ratnasari Wargahadibrata, selaku Deputy Director for Non-Land Based Greenhouse Gasses Inventory, Ministry of Environment and Forestry mengatakan, perubahan iklim sebenarnya tidak hanya fokus pada energy consumption. Kita bisa mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi pemanasan global dengan hal-hal kecil seperti memakai transportasi publik, memakai tas belanja sendiri serta mendorong masyarakat untuk memakai produk lokal dan berkreasi membuat produk yang eco-friendly.

“Kami dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah bekerja sama dengan CSO (Civil Society Organization), melakukan beberapa campaign di media sosial. Untuk meningkatkan awareness pemakaian produk lokal terutama kepada generasi milenial dan Z karena mudahnya mereka mengakses berbagai macam media sosial seperti Instagram, Youtube dan TikTok,” jelas Ratnasari.

Beliau berharap masyarakat akan sadar betapa pentingnya dampak dari pemakaian produk lokal.

“Menghitung berapa banyak carbon footprint yang dihasilkan dari satu produk yang kalian gunakan bisa dilihat dari perjalanan transportasi yang digunakan dari pabrik hingga ke tangan konsumen. Coba kalian bayangkan jika membeli produk dari luar negeri, berapa banyak carbon footprint yang dihasilkan? Padahal sudah banyak loh produk lokal yang tidak kalah bersaing dengan produk luar,” ujarnya sambil menunjukan scarf dari salah satu produk lokal yang sedang beliau gunakan.

Setelah mengetahui apa penyebab dan dampak dari carbon footprint diatas. Mari kita mulai ubah gaya hidup dengan menggunakan produk lokal yang bisa didaur ulang, berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bukan hanya membantu menjaga bumi, tapi kita juga akan membantu perekonomian Indonesia agar lebih membaik selama pandemi ini. [Amanda Alvi Anindhita/LSPR]

Komentar

Berita lainnya