oleh

Kiat Beternak Hamster di Masa Pandemi ala Pusat Hamster Depok

Pada masa pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang terkena dampaknya, mulai dari dampak sosial hingga dampak ekonomi. Dampak sosial yang terasa ialah adanya pembatasan interaksi yang wajib dilakukan kepada seluruh masyarakat khususnya di Indonesia karena cepatnya virus ini menyebar ke berbagai tempat tanpa mengenal suku, bahasa, agama, maupun tingkat kesetaraan sosial.

Selain dampak sosial juga ada dampak dari segi ekonomi. Dari segi ekonomi banyak pedagang yang merugi bahkan sampai pailit karena sepinya pembeli. Sepinya pembeli salah satu faktornya ialah karena masyarakat khawatir akan virus covid-19 jika ia keluar dari rumah.

Berdasarkan permasalahan inilah terjadi pergeseran transaksi ekonomi dimana umumnya konsumen melakukan transaksi tunai, kini beralih menjadi transaksi online. Hal ini dimanfaatkan oleh banyak platform penjualan online dengan dibukanya banyak promo-promo bagi para pengguna baru di platform yang mereka pilih.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Depok Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Lebaran

Terjadinya perubahan jenis transaksi tersebut suka tidak suka harus diikuti oleh penjual jika ingin menaikkan omset penjualan mereka. Dari yang tadinya tidak menyukai teknologi atau gaptek, kini wajib belajar untuk mengikuti peralihan ini.

Hal inilah yang dilihat oleh Pemilik Pusat Hamster Depok, Fahmi Dzajuli. Peternakan skala rumahan yang dia buat kini menarik banyak pembeli. Ini terjadi karena kejeliannya dalam memanfaatkan situasi dan momentum dalam melihat kesempatan peluang pasar yang terbuka.

BACA JUGA:  Menkominfo Johny G. Plate Kunjungi Sentra Vaksinasi RSUI Depok

Dikatakannya bahwa Pusat Hamster Depok yang tadinya hanya menjual hamster, kini sudah merambah ke aksesoris-aksesorisnya. Dikatakan juga kini Pusat Hamster Depok telah mendapatkan persetujuan bantuan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui lembaga keuangan negera (Bank BRI).

Jika melihat omset dari penjualan hamster yang dilakukan dalam satu bulan mencapai sekitar 4 juta. Ini merupakan usaha sampingan yang menjanjikan, dan tidak mengganggu pekerjaan utama.

“Pembeli yang memesan hamster tidak mengganggu pekerjaan utama, karena pesanan hamster dapat di packing setelah pulang kerja,” ujarnya.

Dari contoh kejelian pemilik melihat kondisi peralihan kegiatan ekonomi menjadi sebuah usaha sampingan yang menjanjikan, merupakan contoh yang dapat ditiru.

BACA JUGA:  UI Berikan Penghargaan Champion Plaswas untuk Pengelolaan Sampah Plastik

“Kerja keras, sabar, konsisten merupakan kunci dalam menjalankan usaha peternakan hamster ini,” ujarnya.

Dalam melakukan pemasaran peternakannya, Fahmi mengungkapkan bahwa ia memasarkannya melalui platform Shoppe dan Tokopedia, untuk sosial media yang digunakan ialah Facebook Marketplace dan Instagram.

Setiap hari ada pembeli yang membeli hamster atau aksesoris. Pembeli tersebut mengetahui melalui 4 aplikasi tersebut. Menjadi sebuah pertanyaan apakah selamanya akan membuka hanya melalui online?

“Setelah berakhirnya pandemi covid-19 ini, perlahan-lahan pasti konsumen beralih ke kebiasaan semula yakni transaksi tunai, oleh karena itu disiasati bahwa nantinya Pusat Hamster Depok (Peternakan Hamster di kota Depok) dengan skala rumahan, insyaallah akan membuka toko,” pungkas Fahmi. []

Komentar

Berita lainnya