oleh

Inilah Peran Muslimah dalam Dakwah

Oleh: Nusaibah (STEI SEBI)

Perintah dakwah merupakan perintah Allah SWT yang bersifat ‘aam (umum) berlaku bagi laki-laki dan wanita. Hal ini sangat jelas tercantum dalam berbagai ayat dan hadits. Di antaranya adalah dalam QS Fushilat [41]: 33, QS at-Taubah [9]: 71, QS an-Nahl [16]: 125, QS Ali Imran [3]: 104.

Dalam hadits Dari Abu Sa’id al-Khudry RA, ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, bila tidak mampu (ubahlah) dengan lisan, bila tidak mampu (ubahlah) dengan hati, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim)

Jadi, kewajiban Muslimah bukan hanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Namun, Muslimah juga memiliki tanggung jawab lain yang hukumnya juga wajib yaitu turut aktif melakukan dakwah.

BACA JUGA:  Kapan Kita Harus Bersabar?

Dengan kata lain, peranan utama wanita Muslimah adalah mengurus dan mendidik anak-anak. Ia mampu menjadi sumber yang menghasilkan cendikiawan dan mujahid pembela Islam. Wanita yang berusaha mempersiapkan anaknya menjadi pejuang Islam merupakan penyumbang besar dalam proses perubahan masyarakat.

Peranan kedua, untuk membimbing sesama wanita. Muslimah yang memahami kewajibannya, maka akan saling bekerja sama dengan suami (jika sudah menikah) untuk bersungguh-sungguh mendidik anak-anak dan keluarganya sehingga melahirkan para pendukung perjuangan Islam. Wanita juga akan turut berjuang bersama Muslimah lainnya untuk membentuk para pendukung dakwah Islam.

Peranan ketiga, Wanita adalah sebagai sayap masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Islam bersama-sama kaum laki-laki. Wanita mempunyai peranan yang sama dengan laki-laki dalam usaha menegakkan Islam. Wanita adalah saudara laki-laki. Begitulah ungkapan Rasulullah SAW tentang wanita sebagaimana yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari.

BACA JUGA:  Kisah Seorang Raja yang Sholeh

Peranan keempat, Wanita dalam mengubah masyarakat adalah berkecimpung dalam politik. Terdapat banyak contoh peranan wanita Muslimah ketika zaman  Rasulullah SAW dalam bidang yang berisiko tinggi. Asma binti Abu Bakar bertugas menghantar makanan untuk ayahnya (Abu Bakar) dan Rasulullah SAW yang sedang bersembunyi di Gua Tsur dalam perjalanan hijrah ke Madinah.

Peranan politik lain bagi wanita adalah menasihati pemimpin. Rasulullah SAW bersabda, “Agama itu nasihat”. Para sahabat bertanya, kepada siapa ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Kepada Allah dan Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyat mereka.” (HR Bukhari).

BACA JUGA:  Penggunaan Aplikasi Daring bagi Pelaku UMKM Sebagai Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Jelas sekali, betapa kaum wanita sepatutnya menjadi srikandi Muslimah seperti para Shahabiyah. Sudah tiba masanya wanita menolak kaum hawa direndahkan atau merendahkan diri. Wanita sepatutnya menyadari waktu yang dimilikinya hanya 24 jam sehari sedangkan kewajiban yang mesti ditunaikan semakin menggunung.

Demikianlah gambaran umum mengenai pentingnya dakwah Muslimah dalam kaitannya dengan kebangkitan umat. Selain tugas pokoknya sebagai seorang ibu dan pengatur rumah tangga, Muslimah juga berperan sebagai hamba Allah SWT dan sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk itulah, mari kita bersama bergandengan tangan guna mewujudkan kebangkitan umat Islam. Hal ini hanya terwujud dengan jalan membina diri, keluarga dan masyarakat dengan pemahaman Islam yang jernih dan mendalam. Wallahu A’lam.

Komentar

Berita lainnya