oleh

Cara Bersuci Ketika Selesai Operasi

Thaharah menurut bahasa adalah bersuci, sedangkan menurut syara’ atau istilah adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas. Thaharah merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan ibadah. Dalam hukum islam, thaharah merupakan syarat wajib untuk melakukan ibadah. Bersuci terbagi menjadi dua bagian, yaitu bersuci dari hadas dan najis. Bersuci dari hadas yaitu bersuci yang melibatkan bagian badan, seperti mandi, berwudhu, dan tayamum. Sedangkan bersuci dari najis, yakni pada badan, pakaian, dan tempat. Sebagaimana firman Allah SWT.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيۡنَ وَيُحِبُّ الۡمُتَطَهِّرِيۡنَ

Artinya : “ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri “. (Q.S. Al-Baqarah: 222)

BACA JUGA:  Memahami dan Mempelajari Ilmu Tajwid

Dengan demikian, ketika kita sedang berhadas ( dalam keadaan tidak suci) baik karena haid, nifas, maupun bersetubuh. Maka kita wajib bersuci ( mandi wajib). Hal ini yang saya rasakan ketika selesai operasi di bagian payudara, dimana pada kondisi ini luka yang diderita tidak boleh terkena air.Sedangkan saya harus segera bersuci agar dapat melaksanakan ibadah. Bagaimana menurut pandangan islam mengenai hal ini?

Hal ini lah yang menjadi beban bagi saya, karena belum mengetahui tata cara bersuci dalam kondisi selesai operasi. Pada akhirnya, saya pun memberanikan diri untuk bertanya ke salah satu guru agama, dimana beliau mengajari saya mengenai hal ini. Islam adalah agama yang tidak memberatkan urusan umatnya. Dimana hukum-hukum yang ditetapkan bisa mudah atau ringan jika dalam kondisi yang mendesak atau ada sebab akibat yang dapat meringankannya. Kemudian bagaimana cara bersuci pada kondisi ini?

BACA JUGA:  Membuat Sedekah Menjadi Hobi

Dengan hal ini, cara yang saya lakukan ada 2 cara, yakni :

Membasuh seluruh tubuh dengan air suci dan menyucikan tetapi dengan membungkus atau menutupi bagian yang luka agar tidak terkena air, setelah mandi wajib atau bersuci kemudian saya bertayamum untuk menyucikan bagian yang tidak terkena air.

Membasuh seluruh tubuh dengan menutupi bagian yang luka, kemudian setelah diperbolehkannya luka itu terkena air barulah kita mandi wajib ( bersuci ) kembali atau dengan membasuh keseluruhan badan.

BACA JUGA:  Pergaulan Remaja yang Baik Menurut Al-Quran dan Sunnah

Apakah hal ini sah ketika kita melakukan ibadah? Tentu sah, kita yakin apa yang kita kerjakan akan diterima Allah SWT. in sya Allah sah. Karena sudah jelas bahwa islam tidak memberatkan umatnya, terlebih hal ini karena adanya suatu kondisi dimana jika terkena air maka akan semakin parah. Maka dari itu hal ini diperbolehkan dalam hukum Islam. (Gita Rosita)

 

Referensi:
Buku fiqih islam karangan H. Sulaiman Rasyid

Komentar

Berita lainnya