oleh

Pentingnya Memahami Manajemen Risiko Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Di era revolusi Industri 4.0 saat ini yang ditandai dengan serba digitalilisasi dan otomasi, para pebisnis mulai menghadapi masalah salah satunya mininnya pengunjung ke toko karena sebagian memilih untuk belanja online. Salah satu alternative untuk perencanaan kedepan bagi pebisnis adalah memahami bagaimana penerapan manajemen risiko yang mana merupakan bagian penting dari penerapan good corporate governance. Dengan menerapkan manajemen risiko maka melakukan manajeman perubahan menggunakan dua tataran, yaitu tataran organisasi dan tataran individu anggota organisasi.

Industri ini sedikit demi sedikit mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi disebuah negara, dunia kerja, tren otomatisasi perusahaan bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Dengan adanya perubahan tersebut sangat diperlukan adanya perencanaan risiko dari sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi kognitif, dan komputasi awan.

Dalam Perusahaan atau organisasi perlu adanya manajemen risiko untuk penciptaan, perlindungan, pencapaian dengan nilai visi yang telah ditetapkan agar dapat dicapai secara optimal. Mulai dari analisis lingkungan, perencanaan strategi, penetapan sasaran jangka panjang dan jangka pendek, hingga tahap implementasinya. Dalam tahap implementasi maka peningkatan kinerja, dan pencapaian sasaran harus diutamakan. Begitu pula inovasi untuk melaksanakan dua hal tersebut haruslah didukung. Begitu juga Integrasi harus bersifat dinamis dengan menyesuaikan setiap perubahan yang terjadi guna mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi atau timbulnya risiko baru karena kehadiran industry 4.0 yang sangat cepat.

BACA JUGA:  Pentingnya Risilp Monitoring dan Controlling dalam Wirausaha

Risiko adalah ketidakpastian yang berdampak pada sasaran. Dengan adanya prinsip-prinsip manajemen risiko menjadi landasan untuk mengelola risiko dan harus dipertimbangkan ketika akan menetapkan kerangka kerja dan proses manajemen risiko di bisnis yang kiita jalani. Perlu pengertian dan pemahaman yang sama terhadap makna dan peran prinsip-prinsip manajemen risiko ini dan juga mengapa masing-masing prinsip tersebut penting. Memulai penerapan manajemen risiko adalah memulai manajemen perubahan yang akan terjadi di organisasi. Berikut beberapa pentingnya prinsip manajemen risiko:

1. Terintegrasi. Menyatu dengan proses bisnis terkait, dengan kejelasan tanggung jawab pemilik risiko yang sesuai kebutuhan dan tepat waktu. Dapat membantu menyusun prioritas tindakan atas proses terkait, dan membantu proses pengambilan keputusan.

2. Terstruktur dan menyeluruh. Memberikan pendekatan sistem kajian risiko yang efisien dan konsisten, dengan memberikan hasil yang dapat dibandingkan, dan menghasilkan pemahaman yang sama untuk seluruh organisasi.

3. Disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menyelaraskan dengan konteks internal dan eksternal penggunanya serta profil risiko, sesuai dengan sasaran organisasi, budaya organisasi, tuntutan hukum organisasi, dan kebutuhan sumber daya untuk pengelolaan risiko.

BACA JUGA:  Pembukaan Sekolah Kembali di Masa Pandemi

4. Inklusif. Mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan dalam proses kajian dan penanganan risik. Dapat mendorong kesamaan sudut pandang risiko di antara unit kerja dalam satu organisasi dan pemangku kepentingan, dengan memastikan bahwa strategi manajemen risiko tetap relevan dengan risiko-risiko organisasi dan selalu dalam kondisi terkini, mempersiapkan penanganan risiko secara komprehensif.

5. Dinamis. Membuat manajemen risiko selalu siaga dan merespons perubahan yang terjadi, baik pada konteks eksternal maupun konteks internal, dapat mendeteksi dan mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin timbul atau terjadi karena adanya perubahan, mampu membangun ketahanan organisasi, memastikan bahwa kerangka kerja manajenmen risiko siap untuk menghadapi dan mengadaptasi perubahan yang terjadi dan tetap efektif.

6. Informasi terbaik yang tersedia. Mendorong pembangunan pangkalan data (data base) untuk keperluan manajemen risiko, para pemangku kepentingan akan meminta informasi yang akurat dan dapat dipercaya untuk mengelola risiko, penggunaan informasi untuk memantau dan mengkaji dan melaporkan pengelolaan risiko tepat waktu, dorongan untuk membangun sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam mengelola risiko.

BACA JUGA:  Menu Makanan Terjangkau dalam Meningkatkan Imunitas Pada Masa Pandemi COVID-19

7. Faktor manusia dan budaya. Diperlukan untuk menyelaraskan kemampuan sumber daya manusia organisasi, kepentingan para pemangku kepentingan dan sasaran organisasi, menjaga keselarasan budaya organisasi, budaya lingkungan dan perilaku anggota organisasi dalam mengelola risiko, memantau apakah kerangka kerja manajemen risiko telah memadai untuk menampung interaksi antara budaya, perilaku, dan fungsi pengelolaan risiko organisasi secara keseluruhan.

8. Perbaikan sinambung. Hal ini akan meningkatkan kematangan penerapan manajemen risiko, menangani harapan para pemangku kepentingan guna melindungi kepentingan masyarakat secara keseluruhan, membantu kepentingan organisasi untuk memenuhi kewajibannya, memanfaatkan hasil dari internal audit dan unit assurance provider lainnya untuk meningkatkan perbaikan sinambung. Manajemen risiko harus menjadi bagian dari sistem perbaikan sinambung organisasi.

Manajemen risiko akan mencoba menangani dengan mengelompokkan berbagai jenis risiko, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Itulah beberapa prinsip untuk memahami pentingnya resiko didalam bisnis, Melalui artikel ini semoga dapat menambah pengetahuan dalam berbisnis khususnya mengenai bagaimana membawa kesadaran bagi para pebisnis untuk penerapan manajemen resiko yang akan dihadapi dimasa akan datang.

Tsabita Aulia, STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya