oleh

Penting, Untuk Mengetahui Keberadaaan Gempa Bumi

Akhir-akhir ini indonesia dilanda musibah bencana gempa bumi yang terjadi di berbagai wilayah dan telah mengakibatkan dampak yang besar terhadap korban jiwa dan seluruh aspek kehidupan masyarakat yang terdampak. Dengan skala kekuatan gempa yang beragam hingga mampu memicu terjadinya tsunami, tentu hal itu akan memperparah keadaan jika terjadi. Oleh karena itu kita perlu mengetahui hal apa saja sebenarnya yang berkaitan erat dengan gempa bumi.

Gempa bumi merupakan bencana berupa getaran besar yang biasanya terjadi di kedalaman lapisan bumi antara perbatasan lempengan-lempengan lapisan bumi, yang diakibatkan oleh patahnya lapisan batuan di kerak bumi. Pada umumnya lepasnya energi di dalam bumi akibat tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan akan semakin besar dan pada akhirnya tekanan itu akan mencapai batasannya menahan pinggiran lempengan, dan saat tidak bisa ditahan lagi gempa bumi pun terjadi.

Meskipun tidak ada batasan kekuatan skala richter gempa bumi namun gempa bumi dengan kekuatan terbesar yang tercatat akhir-akhir yaitu di jepang dengan kekuatan 9.0 magnutindo yang terjadi pada tahun 2011 dan memicu terjadinya bencana tsunami.

Banyak sebab yang bisa memicu gempa bumi dan indonesia terletak di wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi. Karena indonesia terletak di antara tiga lempeng benua yakni lempang Eurasia, lempeng pasifik, dan lempeng indo-Australia. Ancaman gempa bumi yang hampir mencangkup seluruh wilayah indonesia seperti wilayah di provinsi Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, yogyakarta, Jawa timur, bali, Nusa Tenggara, sulawesi, Maluku,dan papua.

Sebenarnya gempa bumi adalah satu-satunya bencana yang tidak dapat diprediksi kedatangannya dan tidak ada satu pun teknologi yang dapat mengetahui akan terjadi gempa bumi. Jika pun ada itu hanya seismograf atau alat pengukur kekuatan skala gempa bumi setelah terjadinya gempa bukan sebelum terjadi dan terjadinya gempa bumi hanya bisa diprediksi dari pergerakan lempeng bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Berikut ini adalah tiga jenis sebab-sebab yang bisa memicu gempa bumi :

  • Gempa tektonik yaitu gempa yang diakibatkan karena adanya pergerakan lapisan kulit akibat terlepasnya energi di zone penunjaman.
  • Gempa vulkanik yaitu gempa yang disebabkan karena adanya aktivitas gunung berapi seperti terjadinya letusan besar gunung berapi dan pergerakan magma di dalam gunung berapi.
  • Gempa reruntuhan yaitu gempa yang disebabkan adanya pergerakan dari tanah longsor, runtuhan batuan yang memicu getaran.

Kemudian gempa dikelasifikasikan dari tiga tingkat kedalaman seperti :

  • Gempa bumi dalam yaitu gempa yang hiposentrumnya atau pusat gempa terjadi di kedalaman lebih dari 300km di dalam kerak bumi. Biasanya dampak yang diakibatkan gempa pada tingkat ini tidak terlalu berbahaya.
  • Gempa bumi menengah yaitu gempa yang hiposentrumnya berada pada kedalaman antara 60km-300km dibawah kerak bumi. Gempa ini bisa mengakibatkan kerusakan yang ringan dan cukup terasa.
  • Gempa bumi dangkal yaitu gempa yang hiposentrumnya berada di kedalaman kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa ini memiliki dampak kerusakan yang besar dan serius.

Adapun gempa bumi yang jarang terjadi dan disebabkan karena perbuatan manusia atau bisa disebut seismisitas seperti senjata peledak nuklir, injeksi atau akstraksi cairan dari dalam bumi seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan adapun karena sebab penumpukan massa air di balik bendungan.

Gempa bumi terjadi dalam waktu yang singkat, tidak dapat diprediksi dengan pasti, terjadi dilokasi tertentu, bisa terulang kembali atau gempa susulan, dan bisa mengakibatkan kerusakan yang serius. Oleh karena itu untuk meminimalisir dampak yang besar akibat gempa bumi, kita bisa atasi dengan persiapan dalam keadaan darurat seperti :

  • Jika didalam ruangan jauhilah benda-benda yang mudah pecah dan segera mencari perlindungan yang kokoh seperti kolong meja, tempat tidur, lemari, berlindung di bagian pojok ruangan, dan melindungi bagian kepala dari benturan benda-benda keras. Jika sempat untuk keluar alangkah lebih baiknya untuk segera keluar namun jika tidak sempat maka lakukanlah hal tersebut
  • Jika berada diluar ruang maka pergilah di tanah lapang yang luas dan tidak dekat dengan bangunan apapun seperti pohon, tihang listrik, papan reklame dan lain-lain.
  • Bilang sedang berkendara segerahin jembatan karena rawan roboh.
  • Jika sedang berada di dalam lift segera tekan semua tombol dan segera mencari keluar kemudian gunakan tangga darurat.
  • Jika sedang berada di gunung atau pantai, segeralah menjauhi bagian lereng gunung dan pohon karena rawan longsor dan pohon tumbang. Segera juga jauhi pantai dan pergi ke tempat yang lebih tinggi karena rawan tsunami.

Dengan begitu berbahayanya dampak gempa bumi maka kita harus sigap agar meminimalisir dampak dan berpikiran jernih tidak terbawa panik. Kemudian selalu berdoa untuk keselamatan kepada tuhan dimanapun dan kapanpun. (Affan Fuhaid)

Refrensi :

www.bpbd.bandaacehkota.go.id

Komentar

Berita lainnya