oleh

Pembukaan Sekolah Kembali di Masa Pandemi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sudah dapat diselenggarakan pada Januari 2021 mendatang. Perizinan ini disampaikan pada jumpa pers yang diselenggaraan secara virtual pada Rabu (25/11).

Nadiem Makariem mempertegas bahwa pembukaan sekolah tatap muka kembali adalah “Diperbolehkan” dan bukan “Diwajibkan”. Selain itu, terdapat sayarat yang harus dipenuhi oleh para penyelenggara pengajaran offline, dimana untuk belajar tatap muka kembali, pihak sekolah harus mendapat izin bersama dari Pemda, kepala sekola, komite, dan perwakilan wali murid.

Sekolah yang ingin melaksanakan kegiatan belajar tatap muka harus mengurangi kapasitas muridnya sebesar 50%, dengan demikian sekolah akan menerapkan sistem belajar bergantian atau dua shift. Tidak hanya itu, para murid dan staff pengajar pun diwajibkan menggunakan masker, penerapan aturan terhadap ditiadakannya kantin juga kegiatan ekstrakulikuler dan olah raga yang melibatkan orang dalam jumlah banyak.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Berdasarkan data yang penulis lansir dari www.cnbcindonesia mengungkapkan bahwa wilayah yang bisa menerapkan sekolah tatap muka pada bulan Januari adalah wilayah untuk zona hijau dan kuning dalam percobaan selama dua bulan. Zona hijau 73% dan zona Kuning 20-25% jumlah murid bersekolah tatap muka untuk wilayah zona merah tidak di perbolehkan untuk belajar tatap muka.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Meskipun pemerintah sudah menyampaikan perizinan dan aturan apa saja yang perlu diberlakukan, namun tetap saja masih banyak pihak orang tua murid yang merasa khawatir terkait risiko keamanan dan Kesehatan anak-anak mereka.

“Pembukaan sekolah kembali membuat saya khawatir keselamatan kesehatan anak saya dan saya juga takut akan ada klaster baru dalam virus covid 19 ini,” ujar Nuri selaku orang tua siswa di salah satu SD Negeri di Purwakarta.

Sebagian orang tua murid lainnya setuju bila sekolah tatap muka diadakan kembali karena dinilai lebih efektif dan interaktif untuk anak-anak mereka.

“Saya sangat berharap sekolah bisa kembai normal atau sekolah tatap muka karena untuk sekolah daring sangat tidak efektif, selama sekolah daring orang tua ikut sibuk mengerjakan tugas sekolah anak sedangkan saya masih banyak pekerjan yang lain,” ungkap Nina selaku orang tua siswa di salah satu SMA Negeri di Purwakarta.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Melihat kekhawatiran orang tua murid pada pembukaan sekolah tatap muka di masa pandemi, penting rasanya bagi pihak-pihak terkait untuk mengadakan simulasi terlebih dahulu, apakah memang sudah cukup aman pembelajaran tatap muka dibuka kembali atau justru akan membahayakan.

Penulis: Nurfalah Annisa – Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

Komentar