oleh

Menilai Dampak Risiko Secara Kualitatif

Telah kita ketahui bahwa dalam segala hal itu pasti ada yang dinamakan risiko, baik risiko itu baik maupun buruk. Risiko merupakan perpaduan antara kemungkinan dan dampak. Kemudian, daripada risiko tersebut pastilah ada dampak yang akan diterimaa oleh para pelakunya, mulai dari dampak kecil hingga dampak besar. Setelah mendapatkan hasil yang dikumpulkan dan dibuat daftar risikonya , maka langkah selanjutnya adalah menganalisis risiko. Analisis risiko ini dibagi menjadi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Dari kedua metode anallisis tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda dan jika ketersediaan kurang memadai, maka analisis menggunakan kualitatif.

Biasanya dalam organisasi dibuat pemetaan terkait kemungkunan dan dampak, dari sinilah kita melihat bagaimana prioritas yang kita analisis dampaknya. Apakah kemungkinan kecil tapi dampaknya besar atau kemungkinan besar tapi dampaknya kecil.

Ada dua keuntungan dari pendekatan kualitatif, yang pertama yaitu bahwa berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang sangat disiplin dan menuntut, pendekatan kualitatif memungkinkan analis untuk menjadi sekreatif yang berani mereka dalam mengeksplorasikan konsekuensi peristiwa risiko. Tekinik kuantitatif yang dibahas ini sengaja mirip dengan teknik pemecahan masalah yang kretif. Dengan pemikiran yang sangat kreatif, konsekuensi yang sulit diprediksi lebih terlihat dari pada saat menggunakan pendekatan kuantitatif yang berpikir konvergen. Keuntungan yang kedua yaitu bahwa analisis dampak dapat dilakukan meskipun data kuantitatif tidak ada, hal ini sangat penting ketika berurusan dengan inisiatif baru yang sebelumnya hanya memiliki sedikit pengalaman. Kurangnya data kuantitatif tidak menutupi diri kita. Dengan menggunakan perolehan kualitatif, kita dapat menggunakan pengalaman dan logika untuk menentukan konsekuensi dan peristiwa risiko. Untuk mengetahui bahwa pendekatan kuantitatif untuk analisis dampak risiko itu penting tidak merendahkan pendekatan kuantitatif, dalam dunia yang ideal, dapat melakukan keduanya.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Metode analisis kualitatif dengan menguji dampak risiko melalui penerpan proses penalaran logis. Analisis dampak kualitatif yang efektif sangat bergantung pada pengalaman,logika yang baik, dan penilaian yang baik pula.

Beberapa metode analisis kualitatif diantaranya adalah, Scenario Building, Matriks kemungkinan-dampak, Analisis Atribut dan Peramalan Delphi. Ketika masa depan digambarkan dan telah memiliki scenario dan faktor yang dominan atau berpengaruh untuk kemudian dari scenario tersebut dikembangkan menjadi scenario baik,buruk dan tak terduga. Pointnya adalah bagaimana organisasi mampu melihat scenario baik dan buruk. Kekuatan Scenario Building sebagai analisis kualitatif terletak pada bagaimana kita mampu menceritakan masa depan dengan detail mendekati kenyataan.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Ada banyak scenario kualitatif yang dapat dikembangkan. Setidaknya ada dua pendekatan, yaitu ekstapolatif dan normative. Pendekatan eksrapolatif titik awalnya adalah sejarah terkini dn keadaan sekarang. Dengan pendekatan normative, titik awal dari latihan membangun scenario adalah beberapa membayangkan keadaan masa depan. Kemudian, melangkah mundur dari masa depan, kita membangun scenario dalam urutan terbaik dan membawa kita kembali ke hari ini.

Matrik kemungkinan-dampak ini adalah salah satu alat yang paling berguna dikotak alat pengelola risiko. Dengan mengkategorikan peristiwa risiko menurut dua dimensi risikko, analisis risiko dapat menentukan dengan mudah apakah peristiwa risiko individu memerlukan perhatian yang cermat. Analisis Atribut merupakan teknik pemecahan masalah yang kreatif yang dapat digunakan secara produktif saat mengeksplorasi kemungkinan dampak risiko kualitatif. Metodi ini sangat jarang digunakan dan lebih banyak digunakan pada bagian pemasaran. Peramalan Delphi dikembangkan sebagai alat peramalan, tujuan utamanya adalah membantu sekelompok pakar mengembangkan consensus tentang suatu pariwisata. Karena ingin menghasilkan pendapat yang genuine tanpa dipengaruhi oleh pendapat dari ahli yang lain. Sehingga hasilnya lebih akurat dan hasilnya disintesis dan pernyataannya direvisi, kemudian jika belum menemukan kesepakatan maka akan diulang dan dikirimkan kembali daftar pertanyaannya.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Dari pendekatan kualitatif terdapat dua keuntungan, Pertama, yaitu memungkinkan analisis untuk menjadi sekreatif yang berani mereka lakukan dalam mengeksplorasi konsekuensi peristiwa risiko. Kedua, yaitu bahwa analisis dampak dapat dilakukan meskipun data kuantitatif tidak ada. Hal ini sangat penting ketika berursan dengan inisiatif baru yang sebeumnya hanya memiliki sedikit pengalaman. Maka kurangnya data kuantitatif tidak menutup kemungkinan untuk melakukan analisis dampak kualitatif ini. karena kita masih bisa menggunakan penalaran dan logika untuk menentukan konsekuensinya dari peristiwa risiko tersebut.

Oleh :
Syifa Nur’Izzati
Mahasiswi STEI SEBI

Komentar