oleh

Mengelola Stres Saat Pendidikan Jarak Jauh 

Sesuai dengan Surat Edaran No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pembelajaran dilakukan secara daring sebagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi penularan Covid-19. Diberlakukannya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini menimbulkan banyak hal terganggu, khususnya pada kesehatan mental mahasiswa akibat perubahan metode belajar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cao et al, (2020) pada 7.143 mahasiswa menunjukkan 0,9% mahasiswa mengalami ansietas berat, 2,7% mengalami ansietas sedang, dan 21,3% mengalami ansietas ringan. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Son et al (2020), pada 195 mahasiswa di universitas besar di Inggris, 71% mahasiswa menunjukan adanya peningkatan stres dan kecemasan akibat terjadinya pandemi ini.

Stres saat PJJ

Stres merupakan respon tubuh terhadap tekanan dari suatu peristiwa dalam kehidupan. Sebenarnya, perasaan ‘tekanan’ dari stres dapat menjadi motivasi dan membantu seseorang melewati situasi yang menegangkan. Namun, apabila terjadi secara berlebihan, ‘tekanan’ tersebut akan menyebabkan gangguan pada kondisi fisik maupun mental (Mental Health Foundation, 2018). Stres dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, motivasi, dan kepribadian, sedangkan faktor eksternal berasal dari keluarga, akademik, serta kondisi sosial dan ekonomi.

Selama PJJ, sumber stress pada mahasiswa mayoritas berasal dari berbagai faktor, diantaranya tugas-tugas pembelajaran/akademik (70%), kebosanan karena di rumah saja (57,8%), proses pembelajaran daring/online yang semakin membosankan (55,8%), tidak dapat berjumpa dengan teman ataupun orang yang disayangi (40,2%), keterbatasan kuota internet ketika belajar (37,4%), tidak dapat melakukan hobi yang disuka (35,8%), serta tidak dapat menerapkan pembelajaran praktik yang seharusnya dilakukan (35%) (PH Livana, 2020). Hal lain yang dapat memicu terjadinya stres yaitu kurangnya fasilitas yang memadai, waktu tenggang yang mepet, serta dapat dipengaruhi oleh perasaan takut dan was-was tertular virus Covid-19 (Yikealo dkk, 2018; Argaheni, 2020).

BACA JUGA:  Vaksin COVID-19 Digratiskan untuk Seluruh Warga Indonesia, Simak Rekomendasi WHO dalam Menghadapi Tantangan Pengalokasiannya !

Hasil penelitian yang dilakukan pada 64 mahasiswa di Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sebesar 32% mahasiswa mengalami gangguan kondisi fisik seperti merasa lelah dan lemas, sakit kepala, pusing, gangguan makan dan pencernaan, nyeri dan tegang otot, gangguan tidur, hingga menjadi mudah sakit. Sebesar 27% mahasiswa mengalami perubahan kondisi mental seperti mudah marah, perasaan sedih, mudah menangis, suasana hati buruk, lebih sensitif, mudah tersinggung, merasa tertekan, khawatir, dan sebagainya. Kemudian, sebesar 25%, mahasiswa merasa hubungan dengan orang disekitar seperti teman dan keluarga memburuk, kecenderungan untuk menyendiri, pendiam, tidak bersemangat mengerjakan tugas, tidak percaya diri, tidak peduli orang lain dan sebagainya. Sebanyak 16% mahasiswa juga merasakan gangguan kognitif seperti merasa sulit berkonsentrasi, bingung, pikiran tidak tenang, berpikir negatif, sering lupa dan termenung, dan kurang teliti (Karimah dan Musabiq, 2018).

Cara Mengelola Stres Saat PJJ

Terdapat berbagai cara untuk mengatasi dan mengelola stres saat menjalani Pendidikan Jarak Jauh ini. Menurut American Psychological Association (2020), Mahasiswa dapat mengatasi stres di masa pandemi ini dengan cara yaitu pertama mempraktikkan perawatan diri untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan cadangan emosi yang cukup, dapat dilakukan seperti tidur yang cukup, makan makanan yang seimbang, dan olahraga atau aktivitas fisik secara teratur. Kedua yaitu menemukan cara untuk fokus dimana seseorang yang sedang merasa kurang termotivasi harus tetap melakukan yang terbaik yang dapat dilakukan, serta menetapkan rutinitas yang dijalani setiap hari, tidur yang cukup dan bekerja pada waktu yang sama. Ketiga, mencari dukungan sosial seperti dari teman, keluarga, dan kerabat dengan mengusahakan untuk dapat tetap terhubung satu sama lain, sehingga mengurangi stres dan kecemasan karena hal ini dapat menurunkan kadar kortisol sehingga dapat mengendalikan tingkat stres. Menghabiskan waktu dengan mendekatkan diri dengan alam juga dapat membantu menurunkan kadar stres (Mental Health Europe, 2020).

BACA JUGA:  10 Jenis Makanan yang Dapat Mengatasi Stress

Ketika merasa stres atau kewalahan, penting untuk melakukan kontrol pernapasan, dengan memperlambat pernapasan dan mengatur asupan oksigen, dapat menenangkan tingkat stres. Pengontrolan pernapasan dapat dilakukan selama 3-5 menit dan menjadikan ini sebagai rutinitas (Mental Health Europe, 2020). Fokus pada apa yang dapat dikontrol oleh diri sendiri juga perlu, seperti pikiran, perasaan, dan perilaku diri sendiri. Hal ini dapat membantu untuk tidak mengkhawatirkan apa yang akan terjadi kedepannya agar menurunkan tingkat stres (APA, 2020). Kemudian membatasi konsumsi media sosial, penggunaan ini memiliki dampak positif dan negatif, dimana dengan adanya media sosial memungkinkan untuk dapat terhubung satu sama lain. Namun, sisi lainnya dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Apabila seorang individu merasa sangat kewalahan atau cara lainnya masih kurang untuk mengatasi tingkat stres yang dimiliki, dapat segera mencari dukungan dari profesional yang dapat membantu keadaan mental individu tersebut secara tepat (Mental Health Europe, 2020).

Kesimpulan

Stres dapat mempengaruhi keadaan fisik, emosi, kognitif, dan perilaku. Dampak yang ditimbulkan seperti merasa lelah dan lemas atau sakit kepala, mudah marah, mudah menangis, lebih sensitif, kecenderungan untuk menyendiri, pendiam, tidak percaya diri, sulit berkonsentrasi, memiliki pikiran negatif, sering termenung, dan kurang teliti. Terdapat beberapa cara untuk mengelola stres saat PJJ yaitu dengan perawatan diri, mencari cara untuk fokus, mencari dukungan sosial, fokus pada diri sendiri dan mengontrol pernapasan, membatasi konsumsi media sosial, dan mencari dukungan profesional.

BACA JUGA:  Kemudahan Informasi dan Kecenderungan Mendiagnosa Diri Sendiri

Desy Fitria Ilriyanti, Azka Hafia & Dinda Arsyah Febriana
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

 

Referensi:
American Psychology Association (APA). 2020. Coping With COVID-19-Related Stress as A Student. [online] Available at: <https://www.apa.org/topics/covid-19/student-stress> [Accessed 10 December 2020].
Argaheni, N. B. 2020. Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring saat Pandemi Covid-19 terhadap Mahasiswa Indonesia. Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 8(2).
Cao, W., Fang, Z., Hou, G., Han, M., Xu, X., Dong, J., & Zheng, J. 2020. The psychological impact of the Covid-19 epidemic on college students in China. Psychiatry Research, 112934.
Kemendikbud. 2020. Surat Edaran No. 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19. [online] Available at: <https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2020/05/SE-Sesjen-Nomor-15-Tahun-2020-2.pdf> [Accessed 17 November 2020].
Mental Health Europe. 2020. 10 Ways to Cope with Stress During The Pandemic. [online] Available at: <https://www.mhe-sme.org/10-ways-to-cope-with-stress-during-the-pandemic/> [Accessed 10 December 2020].
Mental Health Foundation, 2018. Stress. [online] Available at: <https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/s/stress> [Accessed 2 December 2020].
PH Livana, Mubin, M. F., Basthomi, Y. 2020. “Tugas Pembelajaran” Penyebab Stres Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19. J Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2); pp.203-208.
Son, C., Hegde, S., Smith, A., Wang, X., & Sasangohar, F. 2020. Effects of COVID-19 on College Students’ Mental Health in the United States: Interview Survey Study. Journal of medical Internet research, 22(9), e21279. https://doi.org/10.2196/21279
Yikealo, D., Tareke, W., Karvinen, I. 2018. The Level of Stress among College Students: A Case in the College of Education, Eritrea Institute of Technology. Open Science Journal (OSJ), 3(4).

Komentar

Berita lainnya