oleh

Memiliki Sifat Perfeksionis, Baik Atau Tidak?

Semua orang tentu menginginkan kesempurnaan dalam suatu proses, tentu untuk mencapainya perlu perjuangan karena pasti terdapat berbagai kendala yang dihadapi oleh orang-orang yang perfeksionis.

Orang yang perfeksionis ini merupakan orang yang sangat menyukai kerapihan dan kesempuraan dengan apa yang diharapkan oleh orang tersebut. Oleh karena itu mereka akan mencegah hal-hal kesalahan yang dapat merusak kesempurnaan yang diharapkan mereka.

Menurut KBBI perfeksionis merupakan orang yang ingin segala-galanyamenjadi sempurna, dan mereka merupakan orang yang percaya bahwa kesempurnaan moral akan dapat dicapai jika hidup tanpa dosa.

Banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh orang yang perfeksionis seperti mereka akan bekerja dengan hasil pekerjaan yang dijamin akan bagus, karena mereka memiliki standar yang tinggi. Namun mereka memiliki kekurangan seperti pekerjaan yang kadang akan menjadi molor atau melewati deadline yang bisa mengganggu kinerja untuk diri sendiri dan tim. Orang perfeksionis juga rentan terkena masalah kesehatan mental, karena terlalu obsesifnya mereka terhadap hasil yang sempurna.

Perfeksionis terbagi menjadi dua yaitu perfeksionis adaptif dan maladitif, lalu apa itu perspektif adaptif dan maladitif?

Perfeksionis adiktif yaitu sikap yang terarah, dan seseorang yang memiliki standar yang tinggi untuk dirinyadan orang lain. Akan tetapi, standar ituia gunakan hanya untuk memotivasi diri sendiri dengan semaksilmal mungkin. Lalu untuk keuntungan memiliki sikapperfeksionis adaptif yaitu seperti:

  • Bekerja menjadi lebih fokus dan terarah
  • Selalu berfikir kritis dan sangat teliti
  • Bersemangat dalam belajarhal yang baru
  • Menciptakan inovasi dan solusi

Lalu apakah perfeksionis adaptif ini sangat baik? Jawabannya belum pasti karena jika dilakukan secara berlebihan akan menjadi tidak baik, dan hal inilah yan akan menjadi perfeksionis maladitif. Lalu apalagi itu perfeksionis maladitif?

Perfeksionis maladitif merupakan sikap berlebihan yang dimiliki seseorang disertai dengan kritikan dari diri sendiri, hal ini juga bisa berakibat terhadap kesehatan mental. Karena menyalahkan diri sendiri yang merasa tidak profesional dalam bekerja, dan akan sulit bagi diri sendiri untuk  menerima kekurangan atau kesalahan.

Lalu bagaimana caranya agar mencegah sikap perfeksionis maladitif terjadi?

Hal yang pertama dilakukan yaitu seperti berpikir dari perspektif orang lain, mengevalusi kesalahan yang terjadi, dan menurunkan standar perfeksionis seperti harus berpikir relistis, karena jika mengurangi standar sendiri bukan berarti tidak memiliki standar sama sekali.

Dengan memiliki standar yang lebih realistis yang dapat membantu kita agar menghasilkan kualitas tebaik dalam berbagai aspek seperti dalam lingkungan bekerja, keluarga, pertemanan, dan untuk kesehatan mental diri sendiri. (Affan Fuhaid)