oleh

Masa Mudamu dihabiskan untuk Apa?

Masa muda merupakan waktu yang paling potensial dalam kehidupan manusia, seseorang di masa muda biasanya memiliki pikiran yang masih jernih, tenaga yang masih kuat, serta semangat yang berkobar. Namun, banyak orang yang mengidentikkan masa muda dengan kehidupan yang glamor, penuh senang-senang dan foya-foya. Tak heran ada perkataan terkenal yang berbunyi “muda foya-foya mati masuk surga”, ini merupakan perkataan yang kurang tepat, bagaimana mungkin seseorang bisa masuk surga dengan melakukan hal-hal yang mendatangkan murka Allah Azza Wa Jalla, mustahil. Karenanya seorang pemuda harus memiliki kontrol dan pembinaan agar tidak berlebihan dan keluar dari bimbingan syariat.

Dengan potensi dan keunggulan yang dimiliki saat usia muda, masa ini akan dimintai pertanggung jawaban secara khusus.

BACA JUGA:  Cara Bersuci Ketika Selesai Operasi

Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda, “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)” (HR. At-Tirmidzi).

Umur seseorang akan dimintai pertanggung jawaban dan masa muda termasuk dalam umur, akan tetapi rasul menyebutkan masa muda secara tersendiri, ini merupakan penekanan yang benar-benar harus diperhatikan.

Oleh sebab itu, hendaknya masa muda diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri seseorang. Seperti mengikuti kegiatan sosial, menghafalkan Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, memulai bisnis atau bekerja serta tak lupa berkumpul dengan orang-orang baik agar memudahkan kita untuk istiqomah.

BACA JUGA:  Membuat Sedekah Menjadi Hobi

Karena Islam memuliakan pemuda yang mengisi waktunya dengan kebaikan, terlebih kebaikan agama. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan akan dinaungi oleh Allah di akhirat kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: … (salah satunya adalah) seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031).

Penyebab kerusakan yang terjadi pada pemuda diantaranya karena luangnya waktu atau tidak memiliki kegiatan yang ingin dilakukan ditambah dengan rasa malas yang menghinggapi atau bahasa kekiniannya ‘rebahan’. Ketika pemuda tidak memiliki kegiatan positif dan banyaknya waktu luang, mereka akan menghilangkan kebosanannya dengan sesuatu yang sia-sia bahkan tercela. Seperti Kecanduan bermain game, mengkonsumsi video porno, narkoba, balap liar, dan kegiatan yang merugian diri sendiri lainnya.

BACA JUGA:  Memahami dan Mempelajari Ilmu Tajwid

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”.

Inilah hakikat kehidupan, jika tidak diisi dengan perkara positif, otomatis diisi dengan perkara negatif atau minimal sia-sia. Untuk itu sebagai pemuda, selayaknya kita mempersiapkan apa-apa yang bermanfaat bagi kita di dunia dan di akhirat kelak. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya