oleh

Kepemimpinan Perempuan Muslim Dalam Jabatan Publik

Kepemimpinan perempuan menjadi isu publik pasti akan banyak di perbincangkan. peningkatan peranan perempuan bukanlah tren apalagi fenomena baru seperti dikatakan sebagian banyak orang. Kepemimpinan perempuan mulai bangkit dari tidur panjang sejak isu hak asasi manusia dan kesetaraan gender secara lantang disuarakan oleh aktivis feminisme.

Setiap kita adalah pemimpin. setiap manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi ini sebagai pemimpin untuk memimpin segenap hamba Allah kepada dia yang di ridhaiNya. Rosulullah pernah bersabda “Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan di mintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Pemerintah adalah pemimpin, dan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Suami adalah pemimpin, dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya, dan bertanggung jawab terhadap yang di pimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam menjaga harta majikannya, dan bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya” (Mutaffaq’alaaih).

BACA JUGA:  Memahami dan Mempelajari Ilmu Tajwid

Persoalan memimpin dalam ruang lingkup publik pada seorang perempuan memang banyak diperdebatkan. akan tetapi kiprah perempuan dalam memimpin semakin melonjak pada abad ke-21. Di berbagai negara, sebagian besar perempuan mengalami perkembangan dalam berbagai sisi kehidupan. sudah banyak kaum perempuan yang mengenyam dunia pendidikan yang sangat tinggi dan sejajar dengan laki-laki sehingga dapat menduduki jabatan yang strategis dalam dunia pemerintahan.

Salah satu contohnya di indonesia kepemimpinan seorang presiden di indonesia mempercayakan perempuan sebagai pemimpinnya, yaitu Megawati Soekarno Putri dan selain itu ada pula Tri Rismaharini sebagai walikota surabaya.  Hal ini tentu tidak lepas dari kompleksitas permasalahan yang berhubungan dengan perempuan itu sendiri dimana selama ini belum ada kesepakatan mengenai bagaimana sesungguhnya eksistensi perempuan itu di tempatkan.

BACA JUGA:  Membuat Sedekah Menjadi Hobi

Peranan kepemimpinan dalam jabatan publik dapat diartikan sebagai serangkaian perilaku yang dilakukan oleh perempuan sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin dalam jabatan publik. pemimpin perempuan dinilai mampu menjalankan tugas tanggung jawabnya dan harus berperan aktif dalam kegiatan organisasi yang sudah tentukan pastinya. menjadi pemimpin pun juga harus bisa memberikan motivasi kerja kepada bawahannya. sebagai pemimpin perempuan juga harus memiliki beberapa hal fundamental yang nantinya akan berpengaruh pada posisi jabatan publik, yang di nilai dari segi nilai-nilai sosial, status sosial, komunikasi, pendidikan dan pengalaman kerja.

BACA JUGA:  Cara Bersuci Ketika Selesai Operasi

Pada kenyataannya menjadi pemimpin yang mampu menampilkan karakter kepemimpinan yang dihendaki islam tidaklah mudah, bahkan mungkin tidak semua orang sanggup memikulnya.

Maka sebagai seorang pemimpin harus mempertahankan berbagai nilai-nilai yang  baik dan bisa meningkatkan dalam kesuksesan pekerjaannya. Dan tidak lupa pula kesuksesan perempuan dalam memimpin akan selalu di uji seberapa mampu menampilkan pengelolaan potensi perempuan dalam memimpin, pelopor, pelangsung dan penyempurna amal islaminya dalam masyarakat.

Safira

Komentar

Berita lainnya