oleh

Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

Krisis Ekonomi memang sedang terjadi diindonesia, dengan sistem ekonomi konversional yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrument profitnya. Berbeda dengan yang ditawarkan sistem ekonomi syariah dengan instrument profitnya, yaitu sistem bagi hasil.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat pandemi seperti ini kesehatan dan perekonomian diindonesia sangat turun drastis. Pasalnya, kegiatan bekerja, sekolah, dan aktivitas lain nya terpaksa ditunda terlebih dahulu, bahkan banyak karyawan yang di PHK karna ketidak sanggupan atasan untuk membayar gaji para karyawan. Ekonomi Islam berperan penting pada saat seperti ini, sebab jika melakukan pinjaman seperti contohnya dibank konversional dan bank syariah. Jika kita melakukan pinjaman dibank konversional maka sistem yang dipakai yaitu Bunga sebagai profitnya, arti Bunga itu sendiri dalam bank konversional adalah biaya yang harus dikeluarkan pada saat meminjam uang atau pengambilan tambahan sebagai syarat yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada bank selain pinjaman pokok, sistem bunga seperti ini di anggap riba pada Ekonomo Islam. Maka jika kita melakukan pinjaman dibank konversional kita harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar bunga.

Sedangkan pada bank syariah tidak ada sistem bunga, melainkan memakai sistem Bagi Hasil sebagai instrument profitnya. Karna bank syariah menjauhkan sifat Riba dan Haram seperti yang dilarang dalam Islam, sehingga memakai sistem bagi hasil yang menurut Islam SAH untuk dilakukan.

Nah sepertinya sudah terlihat jelas ya pada peminjaman uang, terlebih pada saat pandemi seperti ini, sistem Bagi Hasil lebih meringankan dan memudahkan dari pada sistem Bunga.

Karna dikondisi seperti ini untuk membayar bunga cukup menjadi beban, sebab berkurangnya pemasukan dan banyak nya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Ekonomi Syariah harus mampu memberi kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha atau orang yang memerlukan pinjaman. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain :

Kesatuan ( Unity )
Kesatuan dalam islam ini sangat penting, kesatuan kepada umat islam maupun dengan pihak lain yang non islam. Karna pada dasarnya manusia ialah mahluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain, maka dari itu kesatuan dalam bentuk silatuhrahmi juga sangat penting.

Keseimbangan ( Equilibrium )
Dalam ekonomi syariah, keseimbangan yang dimaksud ialah porsi yang sama antara kehidupan di dunia dan di akhirat, dimana saat memulai perekonomian harus terbuka dan jujur karna riba sangat dilarang dalam ekonomi syariah.

Kebebasan ( Free Will )
Yang dimaksud kebebasan dalam Ekonomi Islam ialah kebebasan untuk melakukan kegiatan perekonomian sesuai kehendak mereka namun tetap dalam koridor Islam dan tidak melangkar akan ketentuan-ketentuan yang sudah ada dalam Islam.

Tanggung Jawab ( Responsibility )
Tanggung jawab itu penting dalam semua bidang, termasuk dalam Ekonomi Syariah. Rintangan pasti akan selalu datang dan tanggung jawab akan selalu diuji agar seseorang kuat dan bisa untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Berbicara tentang Riba, riba itu ada dua macam yaitu Riba Nasiah dan Riba Fadhi.
Riba Nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba Fadhi ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karna orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah yang berlipat ganda dan umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.

OLEH ANISAH PUSPITASARI, STEI SEBI.

Komentar

Berita lainnya