oleh

Kecanduan Gadget di Usia Kanak-kanak

Gadget, siapa yang tidak mengetahuinya? Saat ini, gadget telah menjadi layaknya kebutuhan primer bagi semua orang. Penggunanya pun bukan hanya orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Banyak sekali anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan gadget untuk bermain games, menonton video, atau yang lainnya. Anak pun menjadi ‘anteng’ saat diberikan gadget, bahkan tak jarang pula orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengalihkan perhatian anak sehingga orang tua dapat mengerjakan hal lain. Sekilas, hal ini merupakan hal biasa dan tidak akan berdampak buruk apapun terhadap anak. Tapi, siapa sangka jika penggunaan gadget untuk anak-anak ini justru sangat perlu untuk dikhawatirkan.

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan akhirnya berdampak negatif pada kesehatan anak, baik fisik maupun mental. Terlalu lama di depan layar gadget dapat mempengaruhi penglihatan dan postur tubuh anak karena saat mereka tidak memperhatikan posisi duduk, jarak antara gadget dengan mata, kecerahan gadget, dan yang lainnya. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat berdampak pada mental anak, terutama emosional. Sebuah tinjauan literatur menyebutkan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam perkembangan emosi dan sosial anak. Interaksi tatap muka antara anak, orang tua, dan lingkungan sekitar berperan penting dalam proses tersebut. Dengan adanya gadget, interaksi tersebut dapat berkurang dan apabila dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi rasa empati, moral, dan perkembangan sosial anak. Oleh karena itu, demi mencegah penggunaan yang berlebihan terhadap gadget, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan kepada orang tua untuk sebisa mungkin menghindari pemakaian media digital pada anak dibawah usia 18 bulan dan membatasi waktu penggunaan gadget pada anak usia diatas 2 tahun yaitu tidak lebih dari 1-2 jam/hari.

BACA JUGA:  Suka ngemil? Perhatikan nilai gizinya!

Selain emosi, gadget juga dapat mempengaruhi perilaku dan kemampuan fokus pada anak. Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada menemukan bahwa anak-anak usia 3 tahun dan 5 tahun yang menatap layar gadget lebih dari 2 jam/hari selama lima tahun berisiko lebih besar untuk mengembangkan gangguan perilaku dan kesulitan untuk fokus dibandingkan dengan anak-anak yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bermain gadget. Tentunya, hal ini apabila dibiarkan terus menerus akan mengganggu proses sosialisasi dan belajar anak. Memang, dampak penggunaan gadget tidak serta merta langsung terlihat secara instan, namun efeknya dapat terlihat setelah beberapa waktu.

BACA JUGA:  Awas, terjadinya Sick Building Syndrome saat WFH!

Salah satu dari sekian banyak kasus di Indonesia adalah adalah berita di tahun 2019 yang mengatakan bahwa bocah 5 tahun di Jawa Barat alami kecanduan gadget hingga memiliki tempramental dan tidak bisa mengendalikan emosi. Fenomena tersebut sangat disayangkan, mengingat bahwa anak-anak yang seharusnya masih harus belajar dan bermain langsung dengan teman sebayanya justru memiliki gangguan jiwa yang diakibatkan oleh sebuah gadget. Hal ini sangat berpengaruh pada masa depan negara kita.

Oleh karena itu, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mengontrol penggunaan gadget untuk anak. Pertama adalah atur waktu penggunaan gadget, yaitu kurang dari 2 jam per harinya. Jangan memperbolehkan anak untuk menambah waktu bermain gadget ketika waktu telah usai. Dalam hal ini, penting juga bagi orang tua untuk memberi contoh pada anak dengan tidak terlalu sering bermain gadget di depan mereka. Beri tahu pula secara pelan-pelan kepada anak bahaya terlalu sering bermain gadget. Kedua, beri waktu anak untuk bermain di luar rumah bersama teman-teman dan saudaranya. Hal ini dapat membantu anak untuk belajar bersosialisasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesamanya. Ketiga, dibandingkan gadget, lebih baik gunakanlah mainan, buku cerita, buku mewarnai dan yang lainnya sebagai bahan untuk mengalihkan perhatian anak. Keempat, kontrol hal-hal yang anak lihat dan dengarkan dari gadgetnya. Hal ini penting mengingat anak memiliki kecenderungan untuk meniru hal-hal yang ia lihat dan ia dengar. Kemudian yang terakhir, pastikan anak cukup tidur untuk memulihkan ketegangan mata dan menjaga kesehatan anak.

BACA JUGA:  Pola Makan vs Kekebalan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Miftahul Zannah – Hasna Ulayya
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

 

Sumber :
Suhana, M., 2017, December. Influence of Gadget Usage on Children’s Social-Emotional Development. In International Conference of Early Childhood Education (ICECE 2017). Atlantis Press.
Sundus, M., 2018. The impact of using gadgets on children. Journal of depression and anxiety, 7(1), pp.1-3.
Tamana, S.K., Ezeugwu, V., Chikuma, J., Lefebvre, D.L., Azad, M.B., Moraes, T.J., Subbarao, P., Becker, A.B., Turvey, S.E., Sears, M.R. and Dick, B.D., 2019. Screen-time is associated with inattention problems in preschoolers: Results from the CHILD birth cohort study. PloS one, 14(4), p.e0213995.
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4741179/duh-gegara-kecanduan-gadget-bocah-5-tahun-di-jabar-alami-masalah-kejiwaan

Komentar

Berita lainnya