oleh

Etika Dalam Bermedia Sosial

Bukan hanya dalam bersosial dunia nyata saja untuk selalu beretika saat berbicara santun dan berprilaku, namun dalam bermedia pun juga harus sama harus menjaga ucapan dan lain-lain. Memang media adalah wadah untuk berekspresi bagi semua orang, akan tetapi tidak boleh melebihi batas dengan membuat keributan, informasi bohong di media sosial. Di tambah lagi saat ini sudah banyak orang yang berurusan dengan hukum akibat tidak menjaga etika ketika bermedia sosial. Seperti yang tertuang dalam undang-undang berikut ini:

BACA JUGA:  Penggunaan Aplikasi Daring bagi Pelaku UMKM Sebagai Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Menurut UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ada lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial. Yaitu pasal 27 sampai pasal 30 UU ITE.

Hal yang perlu kita untuk hindari atau memberi tahu kepada orang lain tentang etika bermedia sosial, bisa kita menerapkannya seperti berikut ini:

  • Mengecek kembali informasi yang didapat dengan mencari dari berbagai sumber yang terpercaya. Banyak orang yang tidak memikirkan sumber informasi dari mana. Hal ini menjadi sasaran yang mudah bagi penyebar hoax yang berniat jahat, karena dengan berita yang tersebar dengan cepat akibat kelalaian ini, akan berdampak ke seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu sebelum menyebarkan berita periksalah sekali lagi agar tidak terjerat hukum karena menyebarkan berita hoax.
  • Tidak mengumbar informaasi pribadi seperti kartu nama, atm, paspor, alamat rumah, plat nomor kendaraan dan lain-lain yang bisa mengakibatkan  disalah gunakan oleh orang lain.
  • Tidak menyebarkan konten atau berita seperti terdapat unsur kekerasan, kecelakaan yang memperlihatkan korban, Pornografi, ujaran kebencian, penipuan, penistaan, perundungan dan lain-lain.
  • Tidak melakukan mengajui hasil karya orang lain seperti copy paste konten atau karya orang lain tanpa izin dan tanpa menyematkan sumber dari konten yang disebarkan.
  • Tidak mengeluarkan kata-kata kasar di kolom komentar di media sosial, ingat saat ini yang bermain media sosial bukan dari kalangan orang dewasa saja (Affan Fuhaid)

Komentar

Berita lainnya