oleh

Covid-19 di Wilayah Depok dari Sisi Pasien dan Perawat

Oleh: Azhar Falah, mahasiswa LSPR Communication and Business Institute.

Virus corona telah menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia. Salah satu wilayah di Indonesia yang masuk dalam zona merah covid-19 adalah Depok. Berikut ini informasi seputar covid-19 dari sisi pasien dan perawat di Depok.

Pemerintah kota Depok mengumumkan adanya penambahan kasus pasien positif corona pada minggu 10 Januari 2021. Pengumuman tersebut juga termasuk pasien yang sembuh dan juga meninggal dunia. Tercatat 159 kasus baru virus corona, 99 pasien pulih, sedangkan 3 pasien meninggal dunia. Sehingga, pasien covid di Depok hingga kini mencapai 3.824 orang masih dirawat dan menjalani isolasi.

Pendapat dan Cerita Perawat Terkait Penanganan Covid-19

Nurdiansyah, perawat RSPI Jakarta, berbagi cerita mengenai covid-19 dari sisi pasien dan perawat di Depok. Ia mengatakan pengalamannya dalam menangani pasien yang terjangkit covid-19. Ia meuturkan bahwa saat ini perawat harus menangani pasien covid dengan jumlah yang lebih banyak karena banyaknya orang yang terinfeksi virus corona dan mengharuskan mereka untuk dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA:  Miliki Pikiran Positif selama Pandemi dengan Memperbaiki Kecerdasan Emosi

Ia menuturkan bahwa sebelumnya tersedia 2 atau 3 perawat yang bertugas untuk menangani satu ruang perawatan untuk pasien covid-19, namun sekarang 1 perawat menangani 2 hingga 3 pasien.

Nurdiansyah juga mengungkapkan bahwa perawat saat ini sepenuhnya bertugas untuk menangani pasien virus corona, tidak hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik secara rutin saja, namun juga menemani sekaligus memberikan motivasi kepada pasien. Perawat yang berhubungan langsung dengan para pasien secara rutin membutuhkan dukungan APD untuk tenaga medis agar tidak tertular covid-19.

Pengalaman Pasien Saat Terkena Covid-19 Dan Menjalani Karantina

Covid-19 dari sisi pasien dan perawat di Depok tidak terlepas dari cerita haru pasien covid-19 yang sembuh setelah menjalani masa karantina di RSPI. Menurutnya, virus covid-19 tersebut berhasil musnah dari tubuhnya saat ia memiliki keinginan yang kuat untuk segera sembuh. Selain itu, mengatur pola pikir untuk menenangkan diri juga berperan besar dalam mempercepat penyebuhan covid-19.

BACA JUGA:  Haruskah Perempuan Berperan?

Menurut pengakuannya, dokter RSPI pun juga menuturkan agar mereka yang berstatus pasien positif covid-19 harus selalu tenang, tidur yang cukup, banyak minum air, dan olahraga untuk menggerakkan badan.

Adapun obat-obatan yang dikonsumsi dalam masa karantina merupakan obat-obatan pereda gejala sesuai yang dialami oleh pasien tersebut di ruang isolasi. Misalnya sesak nafas dan flu. Jika ada lendir maka akan diberi obat batuk racikan. Setelah lendir hilang maka pemberian obat tersebut dihentikan. Selain itu, ia juga diberi antibiotic karena di dalam tubuhnya terdapat bakteri tambahan.

Ajakan dari Perawat dan Mantan Pasien Covid Untuk Masyarakat Supaya Bisa Menjaga Kesehatan

Berdasarkan cerita seputar covid-19 dari sisi pasien dan perawat di Depok, tak lupa mereka mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Dari sisi pasien dan perawat di Depok covid-19 tidak boleh dianggap remeh. Mereka meminta para warga untuk mematuhi anjuran di rumah saja demi keamanan bersama.

BACA JUGA:  Mengenal Fungsi Dasar Keluarga

Pesan dari perawat RSPI mengungkapkan harapannya pada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, belajar menjalani pola hidup yang sehat, menggunakan masker, makan bergizi serta minum vitamin.

Selain itu, mantan pasien covid-19 menambahkan untuk selalu bahagia dan tersenyum dengan hati yang paling dalam. Jadi setiap kali sembahyang selalu senyum kepada Allah.

Demikian cerita seputar covid-19 dari sisi pasien dan perawat di Depok. Isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit sama-sama tidak enak. Hal tersebut dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik kita. Oleh sebab itu, mari perangi virus corona dengan selalu mematuhi aturan dan anjuran yang ditetapkan.

Komentar

Berita lainnya