oleh

Cara Melindungi Anak Dari Pengaruh Negatif Media Sosial

Tontonan yang baik, dapat memberikan pengaruh positif bagi penontonnya. sedangkan tontonan yang tidak baik dapat mengubah, mempengaruhi, atau menginspirasi seseorang untuk berbuat tidak baik tersebut. misalnya pada anak, anak menjadi nakal, suka membantah, bersikap agresif, mau menangnya sendiri dan sebagainya.

bisa saja, karakter anak adalah hasil bentukan dari aneka tayangan televisi maupun tontonannya di media sosial yang mereka tonton, bukan dari ibunya. ini bisa saja terjadi jika interaksi anak dengan media sosial lebih banyak dibandingkan dengan ibunya. Terkadang orang tua kaget oleh ulah anaknya. Anak adalah peniru ulung pada apa yang dia lihat. terutama tokoh yang ada dalam tontonan kesukaannya, bisa jadi tontonan yang bersifat negatif.

BACA JUGA:  Manusia Paradoks, Kaya Hartanya Miskin Jiwanya

bagaimana sih mengatasinya? haruskah kita membatasi anak dalam bersosial media? ironisnya. Kini tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sekarang sudah bisa menggunakan sosial media, malah bisa jadi anak-anak lebih pintar dibandingkan orang tuanya dalam bersosial media.

Salah satu contoh menonton film secara streaming. Di era digital ini, penyebaran film menjadi lebih mudah. kemajuan teknologi mampu menjadi sarana untuk mengakses film secara cepat. alhasil tontonan anak seringkali lepas dari pengawasan orang tua. Anak-anak memiliki peluang besar untuk menonton film tanpa pendampingan, bahkan mungkin saja mereka akan melihat film yang seharusnya tidak di peruntukan untuk seusianya. maka dari itu orang tua harus bertanggung jawab untuk membimbing anak-anaknya dalam menonton maupun bersosial media.

BACA JUGA:  Darurat Guru, Kok Bisa?

oleh karenanya, berikut adalah cara-cara yang harus  dilakukan orang tua dalam melindungi tontonan anak di sosial media :

  1. Membatasi penggunaan gadget pada anak
  2. Dampingi Anak pada saat menggunakan gadget
  3. Mengajak anak untuk melakukan kegiatan positif demi menjaga agar anak tidak melampui batas saat sedang menggunakan sosial media.
  4. Tidak Memperbolehkan anak menonton yang tidak sesuai dengan usianya
  5. Mengajak anak untuk mengenai simbol yang menunjukan tontonannya benar-benar diperbolehkan untuk usianya atau tidak
BACA JUGA:  Literasi Amal, Siapa Follower Sejati Anda?

Dengan adanya cara tersebut, di harapkan dapat menyelamatkan anak dari pengaruh negatif bermedia sosial. Tujuannya meminimalisasi pengaruh perkembangan pola pikir maupun sikap negatif yang mungkin di adopsi dari karakter yang di tontonnya. Semoga kita mampu mencetak anak cerdas dalam pola pikir serta setiap pilihan tindakannya, demi terciptanya generasi berkarakter dan berakhlak mulia.

Komentar

Berita lainnya