oleh

Berinovasi di Tengah Masa Pandemi Covid-19

Akibatnya, seluruh sektor terdampak penyebaran virus covid-19. Pemerintah pun masih terus berupaya dengan mengeluarkan berbagai kebijakan guna mencegah penyebaran yang semakin parah. Dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali, diharapkan mampu mengurangi dan mencegah resiko tertular covid-19. Selain itu, himbauan untuk tetap di rumah tak henti-hentinya di sampaikan oleh pemerintah dan berbagai kalangan di masyarakat.

Hal ini tentu menuntut kita untuk tetap bisa produktif di tengah pandemi. Bahkan mungkin saat ini kita sudah tidak asing dengan istilah Stay Home Lifestyle, Stay Home Education, Stay home Business, yang semua nya merujuk agar masyarakat tetap diam di rumahnya. Karena memang segala kegiatan dari mulai pembelajaran hingga kegiatan bisnis, kini terpaksa dilakukan di rumah yang akhirnya menjadi sebuah gaya hidup masyarakat kini.

BACA JUGA:  Kisah Seorang Raja yang Sholeh

Berbagai alat dan aplikasi pun diciptakan untuk mempermudah kegiatan kita selama diam di rumah. Mulai dari menciptakan masker dengan berbagai keunggulan, inovasi dalam peralatan kebersihan, bahan pembersih ramah lingkungan, hingga peralatan yang berfungsi mempermudah mengatasi penyebaran covid-19. Selain itu, hadirnya berbagai aplikasi dengan fitur yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi, dan mengendalikan berbagai tugas dan kegiatan. Serta aplikasi yang menyediakan jasa atau pelayanan untuk mempermudah kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia semakin kreatif berinovasi. Seperti saat ini, Stay home lifestyle. Tentu masyarakat akan semakin erat dengan sistem daring dalam berbagai kegiatannya, seperti belajar, bekerja, berbisnis hingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menunjukan perkembangan digital society dan kreativitas pada bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Mengenal Fungsi Dasar Keluarga

Kreativitas erat hubungannya dnegan berfikir. Islam adalah agama berfikir, dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 640 ayat yang mendorong manusia untuk berfikir. Dalam sebuah terminologi, kemampuan berfikir kreatif manusia ditentukan oleh dua komponen. Pertama, kemampuannya menangkap gejala. Kedua, kemampuannya untuk mengkonsepsikan gejala itu menjadi suatu pengertian umum. Namun potensi berfikir kreatif ini tidak berkembang apabila manusia tidak memanfaatkan kesempatannya itu.

Islam telah memberikan kelapangan dalam hal kekreativitasan pada umatnya untuk berkreasi dengan akal pikiran dan hati nurani dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam hidupnya. Kreativitas itu jangan hanya menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, tapi harus bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Islam sangat menganjurkan hal itu karena dalam islam, membantu sesama adalah sebuah kewajiban.

BACA JUGA:  Agar Anak Terhindar Pergaulan Bebas

Disinilah seharusnya peran kita sebagai generasi muda yang produktif untuk berinovasi menciptakan solusi atas kegalauan masyarakat di tengah masalah yang tengah kita hadapi bersama. Berfikir kreatif adalah tetap berkarya di tengah segala keterbatasan yang ada. Mari kita bersama lawan Covid-19. Ambilah berperan yang berguna dalam mengatasi pandemi ini. Apa gunanya hidup di dunia, jika tidak bermanfaat bagi orang lain.

Komentar

Berita lainnya