oleh

Turunkan Risiko Diare pada Anak, Mahasiswa UI Fokus Libatkan Ibu Rumah Tangga dalam meningkatkan PHBS Rumah Tangga

Permasalahan diare merupakan permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. Diare sendiri didefinisikan sebagai keluarnya feses lembek atau cair sebanyak 3 kali atau lebih per harinya dan merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang sebagai akibat dari Higiene Sanitasi yang buruk (WHO, 2017). Diare pada umumnya disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui jalur pencernaan, seperti mulut (Health Direct, 2019). Masuknya mikroorganisme tersebut dapat terjadi jika penderita tidak melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan. Selain itu, beberapa faktor risiko penyakit diare pada bayi dan balita yang sering ditemukan adalah faktor higiene sanitasi makanan dan minuman serta faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakteriologis air, dan kondisi rumah (Adisasmito, 2007; Sari, 2013).

Permasalahan terkait diare dijumpai di banyak daerah, termasuk di Desa Sentul. Desa Sentul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dalam melakukan kegiatan Praktek Belajar Lapangan, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melakukan identifikasi permasalahan terkait risiko kasus diare pada anak dengan berfokus pada pengetahuan serta perilaku dari ibu rumah tangga di Desa Sentul. Dari total 41 ibu rumah tangga, didapatkan hasil bahwa 58,5% responden tidak mengetahui bahwa diare dapat menular antar individu, lebih dari 65% responden menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air minum, masak, dan mencuci, dan 49% responden tidak mengetahui bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Rendahnya angka pengetahuan terhadap penularan diare dan perilaku cuci tangan serta tingginya penggunaan air tanah sebagai sumber air bersih dan minum akan berkontribusi pada meningkatnya kasus diare.

Melihat urgensi dari permasalahan yang ada, maka, Kelompok PBL FKM UI yang terdiri dari Ayesha Nuraini, Beta Firmansyah, Della Amanda Andika Putri, Dhela Amelia Nugroho, Jihan Fauz Maulida, Puti Afifah Sholeha, Silvia Refina Dewi, Talitha Syifa Salsabila, dan Ummi Salamah mengusulkan sebuah penyuluhan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan Ibu Rumah Tangga yang diharapkan akan berdampak pada perubahan perilaku sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus diare di tingkat rumah tangga. Akibat adanya pandemi COVID-19, kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara daring melalui WhatsApp Group dengan berbagai media penyuluhan yang telah dipersiapkan. Media penyuluhan tersebut berupa buku panduan PHBS, poster seputar diare serta video cuci tangan yang benar. Dalam melihat dampak dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan, kelompok melakukan analisis peningkatan pengetahuan dari hasil pre-test dan post-test, dimana sebanyak 84% warga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai Diare dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tidak hanya memberikan peningkatan pengetahuan, dalam upaya menurunkan kasus diare di Desa Sentul, kelompok PBL FKM UI juga memberikan bantuan berupa barang-barang yang mendukung peningkatan PHBS di tingkat rumah tangga, seperti tempat sampah, sabun cuci tangan, hand sanitizer, cairan pembersih kamar mandi, spons cuci piring dan serbet.

Setelah kegiatan ini dilakukan, diharapkan Ketua RT/RW yang bersangkutan dapat bekerja sama dengan Puskesmas Desa Sentul untuk senantiasa memberikan bimbingan dan melakukan pengawasan terhadap warga setempat terkait penerapan hidup bersih dan sehat. Selain itu, untuk warga Desa Sentul diharapkan melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terutama perihal mencuci tangan yang baik dengan sabun dan air bersih yang mengalir, menggunakan air bersih untuk keperluan makan, minum, dan pengolahan makanan, melakukan penyimpanan makanan sesuai yang dianjurkan, menggunakan jamban sehat untuk membuang air besar dan kecil agar terhindar dari bahaya penyakit diare terutama pada anak usia rentan, serta melaksanakan anjuran-anjuran yang telah diberikan pada saat penyuluhan. Semua sebaiknya dilakukan dari tingkat keluarga terutama Ibu, karena peran Ibu sangat besar untuk mencegah penyakit diare terutama pada anak.

Puti Afifah Sholeha, Silvia Refina Dewi
Departemen Kesehatan Lingkungan, FKM UI

Komentar

Berita lainnya