oleh

Tingkatkan Kualitas Produk Ekspor, Kemendag Komitmen Perkuat SDM Kemetrologian

JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya di sektor perdagangan. Salah satunya, melalui pengembangan SDM kemetrologian yang berorientasi mewujudkan tertib ukur untuk meningkatkan kualitas produk ekspor Indonesia. Hal ini disampaikan Mendag saat mengikuti Wisuda Mahasiswa Program D-III Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) Tahun Akademik 2020/2021 pada hari ini, Kamis (10/12) secara virtual.

Turut hadir secara virtual dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi yang membidangi metrologi legal di seluruh Indonesia.

“Kami sampaikan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil lulus dari Akmet sebagai salah satu jalan mencapai kesuksesan di masa selanjutnya. Diharapkan para lulusan ini dapat berkontribusi dalam terwujudnya tertib ukur di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas produk ekspor,” kata Mendag.

Mendag menyampaikan, Pemerintah meyakini pengembangan SDM merupakan hal yang penting dalam pembangunan bangsa Indonesia di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas utama Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan. Khususnya, membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA:  Awal Tahun, ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

“Pendidikan vokasi seperti Akademi Metrologi dan Instrumentasi merupakan salah satu jawaban dalam pembangunan SDM dimana pendidikan ini fokus pada pengembangan keterampilan atau kemampuan siap kerja di bidang tertentu. Para lulusan pendidikan vokasi harus dapat membangun hard skills dan soft skills agar sesuai kebutuhan dunia kerja dan dapat beradaptasi dengan perubahan,” terang Mendag.

Dalam acara tersebut, Mendag menyampaikan kembali pesan Presiden Joko Widodo. Kunci utama untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor. Ekspor membantu pelaku usaha terus tumbuh, menghasilkan devisa, dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar baik dari sisi produk, kreativitas, kualitas, volume dan tujuan ekspor.

Dalam acara tersebut, Mendag menyampaikan kembali pesan Presiden Joko Widodo. Kunci utama untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor. Ekspor membantu pelaku usaha terus tumbuh, menghasilkan devisa, dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar baik dari sisi produk, kreativitas, kualitas, volume dan tujuan ekspor.

“Penerapan standardisasi dan metrologi diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antarnegara melalui harmonisasi standar, baik domestik maupun internasional dan persyaratan teknis. Harmonisasi standar dan persyaratan teknis akan membentuk kondisi ‘One Standard One Test Accepted Everywhere’. Arus perpindahan barang dan jasa menjadi semakin mudah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional akan produk Indonesia dan selanjutnya akan meningkatkan daya saing,” jelas Mendag.

BACA JUGA:  Menperin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Tahun 2021

Mendag berharap, para wisudawan Akmet sebagai keluaran hasil pendidikan di Kementerian Perdagangan dapat menjadi ujung tombak pembangunan di Indonesia. “Diperlukan dukungan berbagai pihak berupa tindak lanjut strategi serta implementasi sebagai sokongan terhadap strategi pembangunan Indonesia. Diharapkan seluruh komponen bangsa, khususnya para wisudawan Akmet menjadi pengerak utama bangkitnya Indonesia ke depan,” tutup Mendag.

Sementara itu, Suhanto menyampaikan, pada kegiatan ini telah diwisuda sebanyak 44 orang lulusan. Hingga saat ini, terdapat 352 kabupaten/kota yang telah memiliki unit metrologi legal, sehingga diharapkan para lulusan dapat diberi kesempatan dan memperoleh pengalaman untuk mengabdikan ilmu yang telah diterima selama pendidikan.

Suhanto juga menyampaikan apresiasi terhadap Akademi Metrologi dan Instrumentasi dan seluruh civitas akademika Akmet yang telah membantu memfasilitasi penyelengggaraan kegiatan tri dharma perguruan tinggi di Akmet. “Kemendag mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggitingginya kepada orang tua dan wali mahasiswa yang mempercayakan dan mendorong semangat mahasiswa selama menempuh pendidikan di Akmet,” pungkas Suhanto.

BACA JUGA:  Jokowi Tegaskan Kepada Seluruh Jajarannya untuk Mengawal Penyaluran Bansos

Akmet merupakan perguruan tinggi di bawah Kementerian Perdagangan dengan lulusan setingkat program Diploma III. Akmet didirikan pada 2015 dengan visi menjadi pusat unggulan pendidikan tinggi yang profesional di bidang metrologi, instrumentasi, dan perdagangan dalam rangka mendukung peningkatan daya saing bangsa.

Akmet bertujuan untuk menyiapkan dan menghasilkan tenaga professional di bidang metrologi, instrumentasi, dan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, Akmet bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang metrologi, instrumentasi, dan perdagangan, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sejak berdiri Akmet telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk Program Pendampingan Pendidikan. Setiap tahunnya, Akmet menerima sebanyak 55 mahasiswa baru yang berasal dari lulusan SMU/SMK/MA. Selain diajarkan ilmu metrologi, mahasiswa Akmet juga dibekali ilmu instrumentasi sehingga memiliki kemampuan beradaptasi dengan kemajuan alat ukur. []

Komentar

Berita lainnya