oleh

Tingkatkan Kesadaran Cegah Hipertensi, Mahasiswa FKM UI Gelar Program ‘GENDANG ASIK’

Selama masa pandemi COVID-19 ini, terkesan permasalahan kesehatan hanya berfokus pada COVID-19. Padahal masih terdapat penyakit tidak menular yang juga sangat penting, salah satunya hipertensi. Hipertensi atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit darah tinggi, jika tidak ditangani dengan tepat dapat memicu penyakit kardiovaskular yang lebih berbahaya, seperti Stroke dan Penyakit Jantung Koroner. Angka kejadian hipertensi di Jawa Barat mencapai 9,67%. Tak terkecuali di Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor survei yang dilakukan Mahasiswa FKM UI pada Agustus 2020 sebanyak 11,4% warga menderita hipertensi.

Menyikapi kondisi tersebut, 11 Mahasiswa FKM UI yang tergabung dalam Kelompok 9 PBL FKM UI di bawah bimbingan Hendra, S.KM, M.KKK melalui kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan tergerak untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi, penyuluhan dan pembimbingan kepada masyarakat dalam rangka upaya pencegahan hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana berkat dukungan Dana Hibah Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun Anggaran 2020.

BACA JUGA:  Adakan Pelatihan E-learning, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ Maksimalkan Belajar Online

Sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan bentuk kegiatan intervensi di masa pandemi, maka kelompok pengmas FKM UI melakukan kegiatan Edukasi dengan judul “Gerakan Cek Tekanan Darah Rutin juga Aktivitas Fisik (GENDANG ASIK)” secara daring melalui Whatsapp Grup dan personal chat dengan membuat video mengenai hipertensi dan ajakan untuk cek tekanan darah rutin.

Selain itu, kelompok juga memberikan video tutorial senam Hipertensi di rumah saja kepada masyarakat Desa Kadumanggu, Babakan Madang. Kegiatan ini disambut gembira oleh masyarakat Desa Kadumanggu khususnya RT 1 dan 3 RW 3, ditandai dengan adanya partisipasi aktif warga dengan bertanya di Whatsapp Group dan personal chat mengenai video edukasi yang telah diberikan. Selain itu juga diberikan pelatihan penggunaan alat tensi kepada kader agar warga dapat melakukan cek tekanan darah secara rutin melalui kader di posyandu masing-masing RT.

BACA JUGA:  Ikatan Keluarga Mahasiswa Depok Resmi Lantik Pengurus Baru

Bentuk intervensi yang dilakukan oleh Mahasiswa FKM UI dianggap sebagai pendekatan yang baru dan unik dalam menangani permasalahan terkait Hipertensi. Hal ini senada dengan pendapat Hendra, S.KM, M.KKK selaku pembimbing kelompok yang menyatakan dalam wawancara via Whatsapp chat “Program Gendang Asik adalah salah satu pendekatan yang unik dalam membantu masyarakat dalam menanggulangi penyakit hipertensi, baik bagi penderita maupun bagi keluarga akan mendapatkan pengetahuan dan bimbingan dalam rangka mencegah dan menanggulangi risiko hipertensi pada masyarakat. Diharapkan, pada akhirnya Gendang Asik dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di desa Kadumanggu Kecamatan Babakan Madang.”

Penyelenggaraan kegiatan pengmas mahasiswa FKM UI pada tahun ini terbilang cukup menantang mengingat pelaksanaannya dilakukan di masa pandemi. Hal ini diungkapkan oleh perwakilan mahasiswa FKM UI yang berujar “Adanya pandemi COVID-19 tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan pengmas, di mana kami harus mengubah kegiatan yang telah direncanakan menjadi bentuk virtual, tanpa mengurangi kebermanfaatannya bagi masyarakat Desa Kadumanggu.

BACA JUGA:  KKN Mahasiswa IPB Ajarkan Bikin Pupuk dan P2L di TBM Lentera Pustaka Bogor

Keberhasilan pengabdian masyarakat ini tidak luput berkat adanya dukungan dan partisipasi aktif para kader RT 1 dan 3 RW 3 Desa Kadumanggu, pihak Puskesmas Sentul, Kader Kesehatan, dan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan program Gendang Asik. Dengan selesainya kegiatan ini, kelompok pengmas FKM UI berharap program Gendang Asik dapat meningkatkan kesadaran warga Desa Kadumanggu, khususnya di RT 1 dan RT 3 RW 03, untuk melakukan gaya hidup sehat dan cek tekanan secara rutin. Kami juga berharap media intervensi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar kedepannya angka penyakit hipertensi di Desa Kadumanggu khususnya di RT 1 dan RT 3 RW 3 dapat ditekan ke angka yang paling rendah. (Fajar Nurul Fadhilla)

Komentar

Berita lainnya