oleh

Rencana Pembukaan Kelas pada Januari 2021 Tuai Pro-Kontra Orangtua Siswa

Munculnya pengumuman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Jumat (20/11) untuk mengizinkan kegiatan belajar mengajar kembali di kelas menuai banyak pro dan kontra. Hal ini terjadi mengingat kasus positif covid-19 yang terus meningkat di Indonesia.

“Hal ini merupakan langkah yang baik ya karena mengingat para peserta didik sudah mulai merasa jenuh dengan sistem pembelajaran daring ini, kemudian beban tugas yang diberikan pada saat sekolah/kuliah daring juga lebih banyak dibandingkan dengan kelas offline,” ujar Ibu Marlina selaku orang tua siswa dari salah satu SDN di kota Bogor.

BACA JUGA:  Serial Kartun Nussa Berhenti Produksi, Jutaan Anak Kehilangan Film Islami

Pembelajaran jarak jauh juga menambah kekhawatitran bagi guru maupun orang tua akan kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran. Jangankan pembelajaran online, saat pembelajaran dilakukan secara offline sebelum pandemi pun masih banyak peserta didik yang belum tentu paham dengan baik materi ajar yang mereka terima.

Disamping hal itu, tidak sedikit masyarakat khususnya orang tua mahasiswa yang kontra terhadap rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

BACA JUGA:  Dilarang Banyak Pikir Banyak Omong, Kenapa?

“Karena kasus positif covid-19 di Indonesia semakin meningkat, saya khawatir sih mba dengan keselamatan anak saya, apalagi daerah kampus anak saya termasuk zona merah, jadi ya lebih baik belajar daring nya diperpanjang sampai kasus positif ini menurun atau bahkan selesai,” ujar Ibu Nurhayati selaku orang tua mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Bandung.

BACA JUGA:  Wakaf dan Kapitalisme

Respon pro dan kontra dari pihak orang tua siswa membuat pemerintah dan pihak sekolah maupun perguruan tinggi harus bertindak dan mempertimbangkan segala konsekuensi yang kemungkinan akan terjadi. Bila memang kelas offline resmi diselenggarakan kembali, maka perlu ada persiapan protokol kesehatan yang matang dan menyediakan alternatif lain bila kelas offline tidak berjalan dengan baik.

Ditulis oleh Risya Syafira mahasiswi Telkom University

Komentar

Berita lainnya