oleh

Potensi Dakwah Digital untuk Kaum Milenial

Sejak Indonesia mengaplikasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hampir segala ruang aktivitas masyarakat dipersempit, guna memutus mata rantai Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal tersebut juga membuat kegiatan dakwah harus dibatasi. Lantas bagaimana dakwah di Indonesia berjalan selama pandemi dengan semua keterbatasan yang ada?

Di zaman sekarang ini dakwah tidak hanya dapat dilakukan di masjid atau majelis secara tatap muka. Dakwah bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, tanpa terbatas ruang dan waktu.

Pandemi mendorong para pendakwah untuk segera memasuki era digital, hal ini tentu menjadi tantangan bagi pendakwah yang baru belajar syiar secara virtual. Namun, disatu sisi merupakan peluang besar dalam memperluas jangkaun jamaah lintas kota, provinsi bahkan negara. Memanfaatkan media sosial secara optimal dapat menjadi langkah awal untuk memulai dakwah.

Menurut riset platform manajemen media sosial HootSuite bertajuk “Global Digital Reports 2020″, jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 160 juta. Dan uniknya, rata-rata penduduk Indonesia memiliki sekitar 10 akun media sosial per orang. Data tersebut menunjukkan besarnya potensi dakwah digital terutama untuk kaum milenial.

Karekter generasi milenial lebih tertarik dengan jenis konten yang ringan seperti, video ceramah singkat, quote bermanfaat, poster dakwah dan lainnya. Karena konten seperti ini memiliki visual yang memanjakan mata namun tak lepas dari pesan dakwah yang ingin disampaikan.

Oleh karena itu, sudah semestinya para pendakwah melek teknologi komunikasi. Adanya wabah tidak menurunkan semangat dakwah, namun sebaliknya masa sulit ini bisa menjadi awal kebangkitan dakwah islam di era digital. Sikap penyesuaian diri para da’i dalam mengikuti perkembangan teknologi tentunya hal yang diinginkan ummat ditengah merebaknya maksiat. Ditambah gencarnya budaya sekuler dan liberal yang menggrogoti moral. Dengan munculnya pendakwah di media sosial bagaikan rembulan dikegelapan. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya