oleh

Pesan Positif Sri Mulyani di Hari Antikorupsi

Hari ini tepatnya 9 Desember 2020 merupakan hari Antikorupsi Sedunia (Harkordia). Peringatan ini pertama kali di jalankan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2005 dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat se-Dunia terkait buruknya korupsi yang dapat menghancurkan pembangunan ekonomi dan sosial dalam sebuah Negara. Korupsi merupakan masalah global karena tidak ada Negara yang kebal dari praktik haram ini.

Tak hanya Negara-Negara lain, Indonesia sendiripun ikut memperingati Harkordia dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi”. Tema ini berdasarkan Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 30 Tahun 2020 Tentang Imbauan Penyelenggaraan Kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2020.

BACA JUGA:  Jokowi Tegaskan Kepada Seluruh Jajarannya untuk Mengawal Penyaluran Bansos

Sebelum Harkordia 2020, dalam situasi perjuangan melawan Covid-19. Indonesia dihebohkan dengan 2 kasus korupsi besar yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batu Bara. Tentunya hal itu sangat disayangkan, terlebih disaat-saat sulit seperti ini.

Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan (kemenkeu) Sri Mulyani dalam rangka memperingati Harkordia 2020 menulis pesan positif melalui akun sosial media pribadi miliknya.

BACA JUGA:  Menperin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Tahun 2021

“Saya kembali mengingatkan kita semua untuk menjadi pribadi tangguh dalam mencegah dan melawan korupsi dalam mengelola keuangan negara.” tulis Sri Mulyani dilansir melalui akun pribadinya, Rabu, 9 Desember 2020.

Ia juga memperingati bahwa korupsi merupakan tindakan kejam karena menghianati rakyat dan Negara. Selain itu juga, korupsi sangat merusak dan menodai nama baik organisasi, akhlak pribadi dan keluarga yang dicintai.

BACA JUGA:  Awal Tahun, ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

Lebih lanjut, Sri mengajak jajaran Kemenkeu untuk menutup celah-celah penyebab korupsi dengan memperbaiki peraturan dan proses bisnis, memanfaatkan teknologi, serta bekerja dengan suasana terbuka untuk saling menjaga dan mengawasi.

“Hari ini, lusa dan selamanya, sikap kita harus selalu sama, TIDAK ADA TOLERANSI TERHADAP KORUPSI.” tutupya. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya