oleh

Museum di Selandia Baru Gelar Pameran Bertemakan Keislaman

Sebuah pameran baru yang bertemakan keislaman telah dibuka di Museum Canterbury, Christchurch, Selandia Baru.

Pameran yang bertajuk Mosque: Faith, Culture, Community itu bertujuan untuk mengungkap Islam dengan benar dan mengenalkannya kepada warga Selandia Baru khususnya Christchurch.

Terselenggarakannya Pameran ini merupakan bentuk kerja sama pihak Museum dengan Muslim Christchurch. Keragaman budaya Islam akan ditampilkan melalui seni dan berbagai benda.

“Penting bagi kami untuk berbagi cerita dari semua bagian komunitas Canterbury dan kami bekerja sama dengan komunitas muslim dalam pameran ini. Kami berharap pameran ini akan menghilangkan beberapa kesalahpahaman tentang Islam dan pengunjung akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tetangga Muslim,” ujar Direktur museum Anthony Wright dikutip dari Scoop, Senin (14/12).

Anthony mengatakan pameran tersebut menyoroti peran masjid sebagai pusat kehidupan religius Islam dan tempat orang bertemu, bertukar berita, belajar dan merayakan.

Lebih lanjut, pameran itu menampilkan benda-benda Islam yang langka, salah-satunya Al-Qur’an Indah yang diproduksi di wilayah Kashmir, yang berasal dari tahun 1700.

Selain itu dipamerkan Jilbab yang dikenakan oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern di acara publik setelah serangan masjid 2019 lalu.

Pameran juga menampilkan Kumpulan gambar grafit berukuran besar bertajuk Spiritual Edifices of Islam yang menggambarkan keragaman arsitektur Islam yang kaya. Mereka pertama kali dipamerkan di Smithsonian Institute, Washington DC, Amerika Serikat pada tahun 1999 dan telah ditampilkan di museum dan tempat utama di seluruh dunia.

Terdapat juga 33 gambar masjid yang digambar oleh seniman dan arsitek Suriah-Amerika yang diakui secara internasional, Whabi Al-Hariri Rifai (1914–1994). Whabi melakukan perjalanan ke 16 negara, dari Spanyol hingga Cina, untuk mendokumentasikan masjid-masjid bersejarah paling signifikan di dunia. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar