oleh

Kepastian Kembali Bersekolah di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Khairunnisa, Mahasiswa Telkom University

Khairunnisa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, akhirnya buka suara terkait kapan kegiatan belajar tatap muka kembali dimulai. Ia mengatakan bahwa di masa pandemi seperti ini harus melihat situasi dan kondisi di daerah masing-masing. Ia juga mengusulkan kebijakan baru terkait belajar tatap muka untuk para pelajar dan mahasiswa. Hal ini Ia sampaikan pada konferensi pers secara daring pada Jumat (20/11).

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kantor, wilayah Kementrian Agama, untuk memberikan izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” ujar Nadiem.

Pembelajaran online sudah dilaksanakan selama sembilan bulan lamanya. Maka dari itu, banyak sekali para pelajar dan juga mahasiswa yang sangat mengharapkan pembelajaran secara tatap muka segera dilaksanakan. Selain karna efektif, juga dapat berinteraksi dengan guru dan teman-teman.

Keluarnya kebijakan baru terkait belajar tatap muka kini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua. Sembilan bulan lamanya belajar online, banyak pelajar mengeluh kelelahan dan tidak dapat menangkap materi ajar dengan maksimal.

“Menurut saya kurang maksimal dalam pembelajaran secara online. Mulai dari tugas yang diberikan jauh lebih banyak dari biasanya, kelelahan karena seringkali menghadap ke layar laptop dan juga kurangnya interaksi bersama dengan teman-teman, karena perlu kita ketahui bahwa kita merupakan makhluk sosial yang pastinya akan lebih mudah untuk berinteraksi dan saling bertukar pikiran dan informasi secara langsung,” ujar Rizvira Vionita, mahasiswi LSPR.

Meskipun tidak sedikit pihak yang pro terkait pelaksanaan belajar tatap muka, namun tetap banyak pelajar yang mengharapkan kepastian dari pihak pemerintah, sekolah/perguruan tinggi agar pelaksanaan belajar tatap muka dapat berjalan lancar sesuai protokol Kesehatan. Para pelajar juga berpendapat bahwa belajar tatap muka jauh lebih efektif karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan guru/dosen dan teman-temannya. []