oleh

Kematian Pasti Datang Meskipun Tanpa Corona

Kita mungkin pernah mendengar dongeng yang berkisah tentang orang yang hidup abadi. Namun dongeng hanyalah dongeng, pada kenyataannya tidak ada manusia yang hidup kekal di dunia ini.

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Roda kehidupan akan selalu berputar, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Siang berganti malam, matahari berganti bulan, musim hujan berganti kemarau, begitu pula kehidupan pasti akan berganti dengan kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Kematian datang berulang-ulang, kepada setiap orang, muda maupun tua, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, presiden maupun rakyat. Semuanya menghadapi kematian dengan sikap yang sama, tidak ada kemampuan menghindarinya, tidak ada kekuatan, tidak ada pertolongan dan tidak ada penundaan.

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Tak hanya di musim wabah seperti saat ini, ia datang kapan pun dimana pun, terkadang sesorang keluar dari rumahnya dan ia tidak pernah kembali lagi, terkadang seseorang duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi, terkadang seseorang tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa ke tempat pemandian mayatnya.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Nama yang indah perlahan dilupakan. Baju yang mewah berganti dengan kain polos berwarna putih. Rumah yang megah berganti tanah ukuran 2 meter persegi. Keluarga dan teman tak lagi mengikuti. Gelap dan sepi, hanya amal kebaikan yang menemani.

Karena itu sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri, melakukan kebaikan di sisa umur kehidupan ini, meskipun bukan musim pandemi. Senantiasa pula kembali kepada Allah dengan memperbanyak taubat yang sejati, Sehingga jika ajal menghampiri kita berada disebaik-baiknya diri. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya