oleh

Kedai Kopi, Bisnis yang Kian Menjamur Ditengah Pandemi

Sejak pandemi covid-19 mulai marak di Indonesia, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai diberlakukan. Hal tersebut berdampak pada banyak sektor, termasuk sektor bisnis di bidang perkopian. Namun mode penjualan mulai dikembangkan yaitu dengan mode penjualan online dengan aplikasi. Mode penjualan ini dinilai dapat membantu mendongkrak penjualan kopi.

Bisnis kedai kopi merupakan salah satu bisnis yang dapat beradaptasi di tengah pandemi. Bahkan semakin menjamur di setiap daerah. Di sepanjang jalan panduraya Bogor, berjejer kedai kopi yang cukup ramai dikunjungi para penikmat kopi, mulai dari dailydose coffee and eatery, baked and brewed pandu raya, coffee toffee pandu raya, kohiten coffee dan sisi kiri. Kedai kopi tersebut tidak hanya menyediakan kopi, namun juga menu non-kopi seperti greentea dan chocolate.

Bahkan pelaku sektor usaha pariwisata dan transportasi mengubah jalur bisnisnya menjadi bisnis di bidang kopi. Hal tersebut dialami oleh Mukti Ali, pelaku bisnis pariwisata Mandala Wisata Tour and Transport di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur. Inovasi kedai kopi tersebut bertema “Coffee on the Bus”. Pengunjung dapat merasakan sensasi nongkrong seru di kedai kopi sambil berkeliling di sekitar Pulau Madura. Dikutip dari Merdeka, Selasa (1/12).

Konsumsi kopi juga mengalami pergeseran dari kopi dengan harga tinggi menjadi kopi dengan konsep yang lebih sederhana. Kedai kopi di ruang terbuka dan pinggir jalan dengan harga terjangkau kini lebih diminati. Adapun konsep kopi literan merupakan terobosan baru dari usaha membangkitkan usaha kedai kopi di tengah pandemi. Kopi jenis ini merupakan kopi berukuran jumbo yang ekonomis mulai dari harga Rp. 55.000 – Rp. 90.000. Kopi tersebut juga dapat dibeli secara online, cocok untuk para penikmat kopi yang lagi di rumah aja alias work from home (WFH), sehingga tidak perlu bolak bolik ke coffee shop untuk membeli kopi.

Budaya ngopi dan nongkrong di Indonesia memang sulit dihilangkan dari masyarakat, mulai dari anak muda milenial hingga orang tua, mulai dari pengusaha hingga pekerja. Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, budaya minum kopi telah mengakar di masyarakat. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya