oleh

Hakikat Kehidupan Adalah Rangkaian Ujian

Oleh: Ayyuhanna Widowati, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Sudah menjadi sunatullah bentuk ujian bermacam-macam. Ada yang tampak sebagai ujian, tetapi juga ada yang tidak tampak sebagai ujian. Ada yang berupa penderitaan, tetapi ada juga yang berupa kesenangan, ada yang ringan dan ada pula yang berat. Ada yang menimpa secara pribadi atau ada juga yang menimpa secara kelompok/kolektif.

Tidak semua ujian itu berupa sesuatu yang buruk, terkadang ia merupakan kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an surah al-Anbiya ayat 35, yang artinya, “Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.”

Tentu saja, dalam kehidupan ini ujian akan senantiasa datang, bahkan pada hakikatnya kehidupan itu adalah rangkaian ujian, baik ujian itu sesuatu yang menyenangkan atau berupa penderitaan. Apalagi jika kita seorang Mukmin maka ujian itu akan terus datang menghampiri kita sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada kita.

BACA JUGA:  Filosofi Singkong, Setinggi Apapun Tetap Rendah Hati

Jika kita diberikan ujian, maka hadapilah ujian demi ujian itu dan jangan pernah berlari darinya, karenanya ujian akan mengangkat derajat kita dan menghapus dosa-dosa kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW di dalam hadits riwayat Tirmidzi yang artinya, ”Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum Mukminin, baik laki-laki dan perempuan yang menimpa dirinya, hartanya, anaknya tetapi mereka tetap bersabar, maka dia akan menemui Allah dalam keadaan tidak berdosa.”

Maka, sebagai seorang Mukmin, hadapilah ujian itu dengan penuh kesabaran, sebagaimana kesabaran dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat ketika ditimpa ujian. Dengan kesabaran inilah kita dapat menjalani kehidupan ini untuk meraih ridhanya Allah Ta’ala. []

Komentar

Berita lainnya