oleh

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Terutama Ibu

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amalan yang besar dan sangat di cintai Allah. Amalan ini harus dilakukan setiap saat dalam hidup seorang anak meskipun sang anak telah berkeluarga, baik ketika mereka masih hidup maupun telah tiada. Jadi kurang tepat jika hanya dilakukan setahun sekali tiap tanggal 22 Desember, Apalagi jika penghormatan hanya sekedar upacara atau kegiatan serimonial saja. Amalan yang utama ini telah Nabi sebutkan dalam hadistnya.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR Bukhari).

Karena jasa keduanya terutama ibu sangatlah besar. Ibu menanggung beban ketika mengandung, menahan sakit yang teramat sangat ketika melahirkan, terjaga di tengah malam untuk mengurus bayinya. Sungguh, ketika kita berupaya membalas jasanya, tidak akan pernah mampu kita membalasnya meskipun satu tetes air susunya.

Di antara bakti kepada kedua orang tua yang bisa kita lakukan adalah,

1. Menaati perintah keduanya selama bukan dalam perkara yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada ketaatan dalam melakukan maksiat. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam melakukan kebajikan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Mendahulukan perintah mereka dari perkara yang sunnah.

Sebagaimana pelajaran mengenai hal ini terdapat pada kisah Juraij yang didoakan jelek oleh ibunya karena lebih mendahulukan shalat sunnahnya daripada panggilan ibunya. (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia di hadapan keduanya.

Allah Azza Wa Jalla berfirman,

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu.” (Al Isra : 23).

4. Menjalin hubungan dengan sahabat orang tua.

Ibnu Umar berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya kebajikan terbaik adalah perbuatan seorang yang menyambung hubungan dengan sahabat ayahnya.” (HR. Muslim)

5. Berbakti kepada kedua orang sepeninggal mereka dengan mendoakan keduanya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

“Derajat seseorang bisa terangkat setelah ia meninggal. Ia pun bertanya, “Wahai Rabb, bagaimana hal ini bisa terjadi?” Maka dijawab,”Anakmu telah memohon ampun untuk dirimu.” (Adabul Mufrod, no. 36, hasan)

Itulah beberapa bentuk bakti kepada kedua orang tua, tentunya masih banyak bentuk bakti lainnya. Semoga Allah mudahkan kita untuk mengamalkan perbuatan mulia ini, baik ketika mereka masih ada maupun tiada serta dijauhkan dari mendurhakai keduanya. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin. (Farhan Ar’Rayyan)

Komentar

Berita lainnya