oleh

Untuk Apa Kuliah Kita?

Oleh: Putri Amalina, Mahasiswi PNJ

Putri Amalina

Menentukan pilihan kuliah merupakan bagian dari kedewasaan bagi orang-orang yang telah sempurna akalnya. Jenjang kuliah ini sudah tidak bisa lagi diputuskan dengan main-main. Sebab, apapun yang kita lakukan haruslah memiliki tujuan. Banyak teman-teman kita yang berkuliah dengan tujuan semata-mata duniawi seperti hanya mengikuti tren jurusan, kemauan orang tua, ingin tetap bersama sahabatnya dan yang terbanyak, agar mendapat gaji besar jika telah mendapatkan gelar sarjana. Tujuan-tujuan duniawi seperti itu lahir dari ketidaktahuan mereka bahwasannya agamanya (Islam) sangat membutuhkan peran intelektual di dalamnya.

Wajar jika banyak mahasiswa berpikir demikian. Sebab, kurikulum yang diajarkan dari TK hingga SMA mengajarkan kita untuk tidak mencampuradukkan antara agama dan kehidupan. Maka dari itu, tujuan orang kuliah tinggi pun hanya disandarkan pada materi saja. Terlebih lagi, hidup di lingkungan kapitalis membuat mereka sangat memikirkan uang bagaimana pun caranya. Terkadang mereka tidak memikirkan bahaya apa yang akan timbul di sekeliling mereka akibat kerakusannya terhadap uang.

BACA JUGA:  Soal Uang Pesangon Pekerja

Sebagai seorang Muslim, rugi rasanya bila tujuan kita hanya duniawi semata. Sebab, kita tahu kehidupan abadi kita adalah di surga Allah azza wa jalla bukan di dunia. Bagi seorang Muslim, tujuan adalah hal yang penting di dalam hidupnya, karena tujuan yang diambilnya akan membawa dirinya ke 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan bahkan hingga ke akhirat. Sebelum menentukan tujuan, seorang Muslim haruslah mengetahui tiga pertanyaan mendasar dalam hidupnya yaitu dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup? Dan akan ke mana setelahnya?

Ketika seorang Muslim telah menjawab pertanyaan tersebut dalam hidupnya, maka apapun yang dia ambil akan berdasarkan dengan pertanyaan tersebut, termasuk dalam menentukan jurusan di kuliah. Pertanyaan pertama ‘Dari mana kita berasal?’ tentu saja dari Allah. ‘Untuk apa kita hidup?’ Jawabannya adalah untuk mencari ridha Allah. Seperti firman Allah dalam Surah Adz-zariyat ayat 57. ‘Akan ke mana kita setelah hidup?’ Jawabannya adalah kembali ke Allah SWT. Jawaban-jawaban tersebut dapat kita temukan melalui akal, karena manusia diciptakan sepaket dengan akal yang dimilikinya. Selain akal, jawaban tersebut juga dapat kita temui di dalam sumber-sumber hukum seperti Al-Qur’an dan Hadits.

BACA JUGA:  Seberapa Cepat Layanan Pengiriman Premium J&T Super?

Dalam permasalahan ini, dapat dilihat bagaimana perbandingan antara sistem Islam dan sistem kapitalis dalam menangani masalah pendidikan. Di dalam sistem Islam kurikulum yang diterapkan haruslah berbasis akidah Islam yang akan membentuk para inteletual yang berkepribadian Islam. Berbeda dengan sistem kapitalis yang menggunakan kurikulum berbasis sekuler yang justru memilisahkan kehidupan dengan agama.

Tujuan pendidikan Islam akan menghasilkan intelektual cerdas yang dapat menyelesaikan problematika umat. Sedangkan dalam sistem kapitalis, intelektual ibarat “robot” pekerja yang mengutamakan para kapitalis.

Islam memiliki paradigma yang luar biasa terkait ilmu, yaitu ilmu sebagai cahaya yang dapat membawa hidayah dan mengeluarkan orang-orang dari kebodohan. Akan tetapi, sistem kapitalisme justru menjadikan ilmu sebagai komoditas. Maka, wajar jika saat ini kita menyaksikan banyak intelektual yang pintar, memiliki pekerjaan yang bonafid, tapi tidak memiliki adab dan akhlak yang baik. Bahkan setelah lulus, ilmu yang dipelajari hilang begitu saja. Maka tidak sedikit para intelektual yang menjadi koruptor atau melakukan penyimpangan seksual. Nauzubillah..

BACA JUGA:  Anak Muda Wajib Melek Politik Islam

Pendidikan sejatinya adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Dan sistem Islam menjamin semua itu tanpa terkecuali. Setiap orang bisa mendapatkan kualitas pendidikan terbaik tanpa ada diskriminasi. Hal itu menunjukkan bahwa Islam memang satu-satunya ideologi yang mengatur seluruh permasalahan kehidupan kita dengan sempurna, tidak sekadar aspek ritual saja.

Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, rugi rasanya bila kita kuliah hanya untuk mengejar target dunia semata. Haikhatnya, seorang Muslim memiliki tujan hidup yang mulia, yaitu mencapai ridha Allah SWT. Tentu saja, dunia pendidikan memiliki peran penting di dalam pencapaian ridha kepada Allah. Jika negara menyediakan fasilitas pendidikan sesuai dengan standar Islam, maka kaum cendekiawan akan menjadi kaum yang berguna bagi Muslim lainnya. Wallahu ‘alam bi showab.[]

Komentar

Berita lainnya